Tawur Agung Kesanga di Mimika, Nyepi 1948 Saka Perkuat Toleransi

Kevin Kurni

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati, Emanuel Kemong, berserta tamu undangan di Kegiatan Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati, Emanuel Kemong, berserta tamu undangan di Kegiatan Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Umat Hindu di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar Tawur Agung Kesanga dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948/2026.

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak di Lapangan Eks Pasar Swadaya (Pasar Lama), Timika, Rabu (18/3/2026) sore.

Ritual keagamaan ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi spiritual umat Hindu, tetapi juga momentum memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwi Tana, mengatakan perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema Wasudewa Kutumbakam yang bermakna satu bumi, satu keluarga.

“Jadi, di dalam sasaka kami sangat berkaitan dengan Tat Twam Asi, aku adalah kamu, kamu adalah aku. Jadi dalam satu keluarga besar ini, satu dunia ini adalah kita satu keluarga, searah seperti cita-cita Pak Bupati yaitu Mimika Harmoni,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai dalam perayaan Nyepi tidak hanya menitikberatkan pada hubungan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga mencakup keharmonisan dengan sesama manusia dan lingkungan, yang dikenal dalam ajaran Hindu sebagai Tri Hita Karana.

Baca Juga :  GALERI FOTO: Musrenbang Tingkat Distrik Jita tahun 2026

Pada puncak perayaan, umat Hindu akan menjalankan Catur Brata Penyepian sebagai bentuk introspeksi diri, yakni tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan.

“Dengan kegiatan kami itu, kita berharap di tahun baru Saka 1948 kami bisa melaksanakan introspeksi diri untuk berbuat yang lebih baik di tahun baru.,” katanya.

Selain rangkaian ritual, pihaknya juga telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial, donor darah, dan kerja bakti lingkungan, serta akan menggelar dharma santi atau halal bihalal usai Nyepi.

“Dalam merayakan hari raya Nyepi ini kami telah melaksanakan bakti sosial, donor darah, dan kerja bakti, bersihkan lingkungan, dan akan melaksanakan juga habis hari raya Nyepi ini kita mengadakan dharma santi, halal bihalal,” tambahnya.

Ia berharap masyarakat Mimika terus hidup dalam harmoni serta menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang akan merayakan Idulfitri.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengapresiasi pelaksanaan Tawur Agung Kesanga yang dinilai sarat makna dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

“Kegiatan Tawur Agung Kesanga ini bukan hanya rangkaian Ritual Keagamaan semata, tetapi memiliki makna sangat dalam, dalam menjaga Keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, Manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam semesta,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Mimika Temui Pendemo di Kantor Dishub

Menurutnya, Hari Raya Nyepi menjadi momentum penting untuk introspeksi diri dan memperkuat nilai-nilai spiritual yang relevan bagi seluruh masyarakat.

Johannes juga menegaskan bahwa keberagaman di Mimika merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Saya juga ingin menekankan bahwa keberagaman di Kabupaten Mimika merupakan kekuatan besar yang harus kita rawat bersama. Kerukukan umat beragama selama ini terjaga dengan baik adalah fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Mimika, dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh yang berlangsung meriah.

Pawai dimulai dari Lapangan Eks Pasar Swadaya (Pasar Lama), melintasi perempatan lampu merah Pendidikan menuju Jalan Yos Sudarso hingga kawasan Bank Papua, sebelum kembali ke titik awal.

Menariknya, pawai ogoh-ogoh melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas etnis, mulai dari Bali, Kei, Papua, hingga komunitas Tionghoa. Pertunjukan barongsai turut menambah kemeriahan suasana.

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi antarumat beragama di Mimika terus terjaga, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H
Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga
GPKAI Timika Gelar Seminar Paskah, Bahas Makna Penyaliban Yesus
Ribuan Umat Meriahkan Pawai Obor Fajar Paskah 2026 di Mimika
Waspada Penipuan Haji di Mimika, Modus Percepatan Berangkat Rugikan Jemaah
Keberangkatan Haji Mimika 2026 Tak Terganggu Konflik Timur Tengah
Gema Takbir di Jantung Mimika: Pawai Kemenangan yang Menyatukan Keberagaman
Lebaran Lebih Awal, Muhammadiyah Mimika Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:50 WIT

Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H

Selasa, 7 April 2026 - 19:42 WIT

Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga

Minggu, 5 April 2026 - 04:12 WIT

GPKAI Timika Gelar Seminar Paskah, Bahas Makna Penyaliban Yesus

Minggu, 5 April 2026 - 03:40 WIT

Ribuan Umat Meriahkan Pawai Obor Fajar Paskah 2026 di Mimika

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:20 WIT

Waspada Penipuan Haji di Mimika, Modus Percepatan Berangkat Rugikan Jemaah

Berita Terbaru

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan kapal yang melintas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat. (Foto: Dok. TPNPB-OPM)

Peristiwa

TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:17 WIT

Korban mendapat penanganan medis di RSUD Mimika. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Staf Ahli DPRK Mimika Dibacok Begal di Irigasi Ujung

Senin, 4 Mei 2026 - 02:18 WIT

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT