MIMIKA – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Intan Jaya se-Kota Studi Mimika (IPMI-M) menggelar aksi pernyataan sikap di kontrakan mahasiswa Intan Jaya, Jalan Malkon, Timika, Papua Tengah, Sabtu (4/10/2025).
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap rencana pertambangan di Blok B Wabu serta menuntut penghentian invasi militer di wilayah Intan Jaya dan Papua secara keseluruhan. Aksi itu dipimpin oleh koordinator lapangan, Akai Otius Sondegau.
Dalam pernyataannya, IPMI-M menyebut bahwa pemerintah pusat dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu meninjau ulang proses perizinan tambang di Blok B Wabu.
Mereka meminta agar pemerintah melakukan verifikasi terhadap dokumen perizinan yang dikeluarkan oleh pejabat kementerian sebelumnya.
“Kami meminta kepada Menteri ESDM agar melakukan cross-check terkait perizinan perusahaan Blok B Wabu. Jika benar ada penandatanganan izin pertambangan, kami akan memobilisasi massa untuk menuntut pencabutan izin tersebut,” tegas Sondegau.
Mereka juga menolak kebijakan pemerintah pusat yang memberikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) kepada badan usaha milik negara (BUMN) tanpa melibatkan masyarakat pemilik hak ulayat.
Mereka menegaskan bahwa segala bentuk investasi di wilayah Intan Jaya harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat adat yang memiliki kedaulatan atas tanahnya.
Selain itu, mahasiswa menolak pernyataan sejumlah pejabat pemerintah daerah dan provinsi yang menyebut bahwa “rakyat yang menolak perusahaan berarti akan menganggur selamanya”.
“Pernyataan itu kami tolak dengan tegas. Kami bisa hidup tanpa perusahaan,” tandas Sondegau.
Isu keamanan juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. IPMI-M menuntut Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pertahanan dan Keamanan untuk segera menarik pasukan militer organik maupun non-organik dari Intan Jaya dan seluruh wilayah Papua.
“Setop invasi militer organik dan non-organik di Kabupaten Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua,” tegasnya.
Dalam penutup pernyataan sikapnya, IPMI-M bersama perwakilan pelajar dan mahasiswa Intan Jaya di 17 kota studi di Indonesia menyatakan penolakan terhadap seluruh bentuk investasi di Kabupaten Intan Jaya dan Tanah Papua.
Aksi tersebut berlangsung secara damai di kontrakan mahasiswa Intan Jaya di Timika, dengan peserta membawa poster-poster berisi pesan penolakan terhadap pertambangan dan militerisasi di Papua.










