MIMIKA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta keterlibatan seluruh umat beragama di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-30 se-Tanah Papua yang bakal dilaksanakan Juni 2024 mendatang.
Ketua MUI Kabupaten Mimika, H Muhammad Amin, pada Senin (27/5/2024) mengingatkan MTQ ke-30 adalah ajang perlombaan dan bukannya ritual keagamaan sehingga keterlibatan umat beragama lain dinilai sangat dibutuhkan.
Keterlibatan dinilainya perlu dilakukan melalui peran tokoh-tokoh agama. Tokoh agama dinilai penting untuk terlibat menyukseskan lomba keagamaan Islam Indonesian ini.
“Saya sampaikan bahwa MTQ ini bukan ritual melainkan perlombaan seperti halnya lomba Pesparawi dan Pesparani. Jadi, tidak ada yang menghalangi keterlibatan saudara-saudari kita beragama lain untuk ikut menyukseskan,” ungkap Muhammad Amin usai rapat bersama panitia dan tokoh lintas agama di Sekretariat Panitia MTQ ke-30 se-Tanah Papua di Jalan Hasanuddin, Timika.
“Kita butuh keterlibatan umat beragama lain untuk sukseskan perlombaan ini,” tambahnya.
Dalam rapat itu, Amin juga berkali-berkali menegaskan tentang masalah kebersihan Kota Timika.
Menurutnya, kebersihan adalah sebagian dari iman manusia sehingga perlu diwujudkan. Apalagi, kebersihan menjadi penting jelang penjemputan tamu-tamu peserta MTQ dari sejumlah kabupaten di Tanah Papua.
“Alangkah baik kita jaga kebersihan agar elok dilihat tamu-tamu kita. Jangan buang sampah sembarangan sehingga tamu-tamu kita bisa pulang dengan kesan Timika bersih, indah, aman, dan nyaman,” ucapnya.
Ia juga meminta tempat-tempat penjualan minuman keras (miras) ditutup sementara menjelang Idul Adha sampai selesainya perhelatan MTQ.
“Jangan sampai kegiatan ini ternodai dengan ulah oknum yang dipengaruhi miras,” tegas Amin dalam rapat tersebut.










