Papua Tengah Wujudkan Sekolah Gratis, Disdikbud Mulai Validasi Data 205 Ribu Anak Tidak Sekolah

Endy Langobelen

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, SE (kanan), Plt Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan Disdikbud Papua Tengah, Yulianus Kuayo, SH (kiri), dan BP3OKP perwakilan Papua Tengah, Irjen Pol (Purn) Pietrus Waine (tengah). (Foto: Istimewa/papuatengahprov.go.id)

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, SE (kanan), Plt Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan Disdikbud Papua Tengah, Yulianus Kuayo, SH (kiri), dan BP3OKP perwakilan Papua Tengah, Irjen Pol (Purn) Pietrus Waine (tengah). (Foto: Istimewa/papuatengahprov.go.id)

MIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memulai langkah konkret untuk merealisasikan program pendidikan gratis di wilayahnya.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Validasi Data Program Pendidikan Sekolah Gratis jenjang SMA/SMK/Sederajat di Timika, Kabupaten Mimika, pada 25–26 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas komitmen Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan Wakil Gubernur Deinas Geley, yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendidikan adalah senjata ampuh untuk masa depan,” menjadi semangat yang terus digaungkan oleh kedua pimpinan daerah tersebut.

Program sekolah gratis ini ditujukan untuk menjangkau anak-anak yang belum pernah merasakan pendidikan formal maupun yang terpaksa putus sekolah karena berbagai alasan, terutama ekonomi.

Rakor tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, yang diwakili oleh Plt Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan, Yulianus Kuayo.

Baca Juga :  Dinas Sosial Mimika Gelar Sosialisasi Kampung Kelurahan Peduli Anak

Dalam sambutannya, Yulianus mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dapodik Disdikbud Papua Tengah, terdapat sekitar 205.000 anak di Papua Tengah yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal tingkat SD dan SMP, serta sekitar 700 anak yang putus sekolah di tingkat SMA/SMK.

“Terdapat sekitar 700 anak yang putus sekolah, dan ada juga anak-anak yang sudah lulus SD atau SMP namun tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SMA/SMK,” ungkap Yulianus Kuayo saat membuka Rakor pada Jumat malam (25/7/2025).

Menurutnya, faktor ekonomi menjadi penyebab utama banyaknya anak yang tidak sekolah, di samping pengaruh pergaulan bebas.

Ia juga mengingatkan bahwa saat masih bertugas di provinsi induk Papua, Disdikbud pernah menerapkan program kelas terintegrasi bagi siswa putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan hingga tuntas.

Baca Juga :  Unaim Yapis Wamena Gelar Tes Tertulis dan Wawancara bagi Mahasiswa Baru Pascasarjana S2

Kini, dengan program sekolah gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pihaknya berharap solusi serupa dapat diterapkan lebih luas dan menyeluruh.

“Program pendidikan sekolah gratis ini adalah solusi menyelamatkan anak-anak yang tidak sekolah maupun putus sekolah,” tegas Yulianus.

Selain menyasar peserta didik, program ini juga menaruh perhatian pada persoalan kekurangan tenaga pengajar. Masih banyak sekolah yang memiliki ruang kelas dan murid, namun belum tersedia guru yang memadai.

Pemerintah berharap program ini juga akan mendorong pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah, dari kota hingga daerah paling terpencil.

Langkah awal melalui Rakor dan validasi data di tiga kabupaten—Mimika, Puncak, dan Puncak Jaya—dianggap penting sebagai fondasi pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis secara terukur dan tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Pendidikan Papua Tengah 2026 Digelar, Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat
Pramuka SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura Bagikan Takjil di Jalanan Kota
Mahasiswa Resah, Orang Tua Minta Transparansi Bansos ADik dan ADEM di Biak Numfor
Meriah dan Edukatif, Market Day Ceria SD Islam Menara Ilmu Hidupkan Semangat Dagang Siswa-Siswi
Lanal Timika Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan Lewat PERSAMI KKRI 2026
Pendidikan Kunci Masa Depan, Pemprov Papua Tengah Bagikan 200 Laptop untuk Pelajar
Mahasiswa Pascasarjana UNAIM Wamena Sukses Tuntaskan Lokakarya Asia Tenggara
TIFA Creative Berbagi Inspirasi Seni dan Budaya Papua di Kampus STIS Mutiara Tual

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 04:08 WIT

Konsolidasi Pendidikan Papua Tengah 2026 Digelar, Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:57 WIT

Pramuka SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura Bagikan Takjil di Jalanan Kota

Jumat, 13 Februari 2026 - 03:32 WIT

Mahasiswa Resah, Orang Tua Minta Transparansi Bansos ADik dan ADEM di Biak Numfor

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:28 WIT

Meriah dan Edukatif, Market Day Ceria SD Islam Menara Ilmu Hidupkan Semangat Dagang Siswa-Siswi

Senin, 9 Februari 2026 - 11:43 WIT

Lanal Timika Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan Lewat PERSAMI KKRI 2026

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/