MIMIKA – Proses pencarian terhadap lima karyawan yang terjebak insiden luncuran lumpur basah (wet muck) di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) masih terus dilakukan.
Hal ini disampaikan Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, melalui keterangan resminya, Kamis (2/10/2025).
Katri mengungkapkan, pencarian terhadap lima rekan kerja yang masih belum ditemukan terus dilakukan tanpa henti.
Ia menyebutkan, proses penyelamatan yang beresiko tinggi ini juga tak luput dari tantangan besar akibat pergerakan material basah.
Namun demikian, kata Katri bahwa penggalian dua jalur akses terus dilanjutkan dengan dukungan infrastruktur tambahan.
Lebih lanjut, hal ini dikarenakan lokasi yang semakin dalam dengan sirkulasi udara yang semakin terbatas.
“Untuk meminimalkan risiko keselamatan, tim penyelamat juga didukung alat berat dengan sistem kendali jarak jauh,” kata Katri.
Proses evakuasi ini didampingi secara langsung oleh tim inspektur tambang dari Kementerian ESDM, Badan SAR Nasional (BASARNAS), serta BPBD Mimika.
Selain itu, lanjut katri bahwa tim investigasi juga melakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai proses pencarian terhadap kelima korban yang belum ditemukan.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan moral, dengan harapan kelima rekan kerja kami dapat segera ditemukan,” tuturnya.
Adapun peristiwa ini terjadi pada Senin, 8 September 2025. Saat itu, luncuran lumpur basah menutup akses para pekerja dan mengisolasi ketujuh korban di dalam terowongan.
Sebelumnya diberitakan dua dari tujuh korban terjebak di terowongan bawah tanah area GBC itu sudah ditemukan pada Sabtu pagi, 20 September 2025.
Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Masing-masing korban bernama Irawan dan Wigih Hartono.
Tim lalu mengevakuasi keduanya dari lokasi penemuan. Sore harinya, jenazah mendiang Irawan dan Wigih Hartono diterbangkan ke kampung halaman menggunakan pesawat Airfast dari Bandara Mozes Kilangin.










