MIMIKA — Insiden penembakan terjadi di kawasan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI), tepatnya di Mile Point (MP) 50, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.20 WIT.
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang anggota Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika, Serka Arifin, meninggal dunia akibat luka tembak di bagian leher kiri.
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) dengan kekuatan diperkirakan sekitar 10 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat kejadian, korban berada di dalam mobil jenis LWB milik PTFI dalam perjalanan dari Kodim 1710/Mimika menuju Koramil Tembagapura.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya insiden penembakan di KM 50 area PT Freeport Indonesia.
Dalam siaran pers yang diterima, Kapendam menyebut peristiwa tersebut merupakan aksi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.
“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 Area PTFI. Saat ini, seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Kapendam.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan pendahuluan yang diterima Kodam XVII/Cenderawasih, selain Serka AC yang gugur dalam kontak tembak tersebut, seorang prajurit lainnya yakni Sertu H mengalami perdarahan pada hidung.
Selain dari unsur TNI, satu warga sipil yang diketahui berinisial HR, karyawan KPI PTFI, juga mengalami luka tembak dan saat ini dalam perawatan medis.
Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa aparat keamanan tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” tegasnya.
Ia memastikan TNI akan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan objek vital nasional, guna menjamin keamanan masyarakat dan para pekerja.










