MIMIKA – Puncak rangkaian kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 yang digelar oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Departement Environmental di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, resmi ditutup pada Minggu (7/7/2024).
World Environmental Day Expo 2024 tersebut ditutup secara langsung oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, didampingi Vice President Devisi Environmental PTFI , Gesang Setyadi, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Frans Kambu.
Yoga dalam kesempatan itu menyampaikan, terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 di Kabupaten Mimika merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PTFI.
Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sejak Mei 2024 itu merupakan penjabaran dari tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 yakni “Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan”.
Mewakili Pemerintah, Yoga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika untuk terus bekerja sama dalam melestarikan lingkungan di Mimika.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama demi memberikan warisan yang berharga bagi kelangsungan hidup anak cucu kita ke depan yakni lingkungan hidup yang berkualitas,” kata Yoga.
Menurutnya, langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan oleh masyarakat Mimika dalam rangka melestarikan lingkungan yaitu di anataranya menanam pohon, menggunakan air, kertas, dan listrik seperlunya, mengurangi penggunaan kemasan plastik, serta tidak membuang sampah di sembarang tempat.
“Jika ini bisa kita lakukan, maka kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan kita bisa mewariskan lingkungan yang berkualitas bagi generasi penerus kita,” terangnya.
Sementara Vice President Divisi Environmental PTFI, Gesang Setyadi, mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan partisipasi sehingga seluruh acara bisa berjalan dengan baik.
Gesang menyebut, kegiatan semacam ini merupakan kegiatan yang ketiga di Timika dalam beberapa tahun belakangan. Dia berharap, masyarakat dapat semakin berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dikatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup terus dilakukan di Timika, yakni keinginan menyosialiasikan kegiatan yang dilakukan oleh PTFI kepada masyarakat Mimika, khususnya dalam pengelolaan lingkungan.
“Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. (Kami) mengajak masyarakat untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan karena pengelolaan atau kelestarian tidak hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah dan PTFI namun harus ada keterlibatan masyarakat di dalamnya,” jelas Gesang.
Gesang mengungkapkan, PTFI sendiri dalam beberapa bulan terakhir, telah melakukan upaya-upaya dalam pengelolaan lingkungan, di mana setiap divisi harus melaksanakan kegiatan bersih-bersih dari area Grasberg hingga Porsite dan bertanggung jawab menjaga kebersihan pada masing-masing barak.
“Tidak hanya itu, kami juga melakukan inspeksi untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan kebersihan di setiap divisi,” tuturnya.
“Kami berharap kegiatan positif ini dilakukan juga di Timika, di mana Pemerintah sebagai penggerak mengkoordinir seluruh pemangku kepentingan di Mimika untuk bersama-sama melakukan kegiatan bersih lingkungan,” imbuhnya.
Menurut Gesang, jika hal tersebut dilakukan bersama, maka Mimika dengan lingkungan bersih dapat diciptakan. Masyarakat memiliki tugas yang sama untuk menjaga lingkungan tetap bersih karena masyarakat sendiri dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Kita tidak perlu melakukan langkah-langkah yang besar. Cukup melibatkan masyarakat dalam kegiatan bersih lingkungan. Karena dengan melibatkan masyarakat, masyarakat akan dengan sendirinya sadar untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Bilamana lingkungan sekitar dijaga kebersihannya, maka kita bisa mewujudkan Mimika yang bersih,” pungkasnya.










