MIMIKA – MIMIKA – Persipuja Puncak Jaya harus puas mengamankan satu poin setelah ditahan imbang Persido Dogiyai dengan skor 0-0 pada laga perdana Grup A Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah di Stadion Wania Imipi, Mimika, Senin (9/3/2026).
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih Persipuja Feydi Oroh tetap mensyukuri hasil tersebut. Ia menilai para pemain sudah tampil maksimal meskipun waktu persiapan tim sangat terbatas.
“Untuk hari ini, pertandingan pertama lawan Dogiyai puji Tuhan dapat satu poin. Saya rasa pemain tadi bermain sudah maksimal dengan masa persiapan yang memang singkat, tapi untuk tim saya rasa penampilan terbaik tadi,” ujar Feydi dalam konferensi pers usai pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Feydi mengakui keterbatasan jumlah pemain menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Persipuja hanya membawa 21 pemain ke Mimika, sementara beberapa di antaranya juga sedang mengalami cedera.
“Untuk tim, kita mungkin dari jumlah pemain ini kita tim Persipuja yang paling sedikit, 21 pemain. Tambah ada beberapa yang cedera, kita memang memaksimalkan pemain-pemain yang ada saja,” jelasnya.
Meski belum meraih kemenangan di laga pembuka, Feydi menegaskan timnya tetap menargetkan tiga poin pada pertandingan berikutnya saat menghadapi tuan rumah Persemi Mimika.
“Target kami pokoknya setiap pertandingan itu harus tiga poin. Tapi mungkin hari ini belum. Saya percaya kita akan berubah di match kedua lawan tuan rumah. Saya yakin anak-anak bisa,” tegasnya.
Sementara itu, Kapten Persipuja, Yopan Marlon Musendi, menilai secara keseluruhan permainan tim sudah cukup baik, terutama jika melihat waktu persiapan yang sangat terbatas.
“Kalau dari saya pribadi, saya melihat untuk keseluruhan dari waktu persiapan kami yang minim sudah sangat bagus. Kita membangun kerja sama tim itu memang susah kalau menurut saya karena butuh waktu yang agak lama. Cuma untuk kesiapan yang minim, dengan hasil tadi, kami mengucap syukur. Dogiyai juga tim yang bagus,” kata Yopan.
Namun Yopan juga memberikan catatan terkait kualitas lapangan pertandingan yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius jika ingin meningkatkan kualitas sepak bola daerah.
“Mungkin ini pelajaran untuk kita, untuk pengurus ataupun ini. Ke depan kalau bisa ya kita utamakan dia punya kualitas lapangan ya. Kita percuma di sini juara tapi kita tidak menunjukkan kualitas bermain. Sama saja kita keluar ke Jawa, kita tidak bisa bersaing dengan tim di sana. Mereka mainnya sentuhan. Contoh saja kemarin tim yang juara sini, tapi dia keluar ke sana kualitas mainnya beda sekali,” ungkap Yopan.
Ia berharap kualitas infrastruktur lapangan ke depan dapat ditingkatkan agar mendukung perkembangan sepak bola modern di Tanah Papua, khususnya di Papua Tengah.
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih Persipuja Feydi Oroh tetap mensyukuri hasil tersebut. Ia menilai para pemain sudah tampil maksimal meskipun waktu persiapan tim sangat terbatas.
“Untuk hari ini, pertandingan pertama lawan Dogiyai puji Tuhan dapat satu poin. Saya rasa pemain tadi bermain sudah maksimal dengan masa persiapan yang memang singkat, tapi untuk tim saya rasa penampilan terbaik tadi,” ujar Feydi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Feydi mengakui keterbatasan jumlah pemain menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Persipuja hanya membawa 21 pemain ke Mimika, sementara beberapa di antaranya juga sedang mengalami cedera.
“Untuk tim, kita mungkin dari jumlah pemain ini kita tim Persipuja yang paling sedikit, 21 pemain. Tambah ada beberapa yang cedera, kita memang memaksimalkan pemain-pemain yang ada saja,” jelasnya.
Meski belum meraih kemenangan di laga pembuka, Feydi menegaskan timnya tetap menargetkan tiga poin pada pertandingan berikutnya saat menghadapi tuan rumah Persemi Mimika.
“Target kami pokoknya setiap pertandingan itu harus tiga poin. Tapi mungkin hari ini belum. Saya percaya kita akan berubah di match kedua lawan tuan rumah. Saya yakin anak-anak bisa,” tegasnya.
Sementara itu, Kapten Persipuja, Yopan Marlon Musendi, menilai secara keseluruhan permainan tim sudah cukup baik, terutama jika melihat waktu persiapan yang sangat terbatas.
“Kalau dari saya pribadi, saya melihat untuk keseluruhan dari waktu persiapan kami yang minim sudah sangat bagus. Kita membangun kerja sama tim itu memang susah kalau menurut saya karena butuh waktu yang agak lama. Cuma untuk kesiapan yang minim, dengan hasil tadi, kami mengucap syukur. Dogiyai juga tim yang bagus,” kata Yopan.
Namun Yopan juga memberikan catatan terkait kualitas lapangan pertandingan yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius jika ingin meningkatkan kualitas sepak bola daerah.
“Mungkin ini pelajaran untuk kita, untuk pengurus ataupun ini. Ke depan kalau bisa ya kita utamakan dia punya kualitas lapangan ya. Kita percuma di sini juara tapi kita tidak menunjukkan kualitas bermain. Sama saja kita keluar ke Jawa, kita tidak bisa bersaing dengan tim di sana. Mereka mainnya sentuhan. Contoh saja kemarin tim yang juara sini, tapi dia keluar ke sana kualitas mainnya beda sekali,” ungkap Yopan.
Ia berharap kualitas infrastruktur lapangan ke depan dapat ditingkatkan agar mendukung perkembangan sepak bola modern di Tanah Papua, khususnya di Papua Tengah.









