Peserta IFRC 2026 Saksikan Inovasi Reklamasi Freeport, dari Konservasi Satwa hingga Produk Cokelat

Ahmad

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan peserta IFRC 2026 ke Pusat Reklamasi PTFI menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung inovasi reklamasi lahan bekas tambang, pemanfaatan tailing atau pasir sisa tambang, serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan PTFI. (Foto: Dok. PTFI)

Kunjungan peserta IFRC 2026 ke Pusat Reklamasi PTFI menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung inovasi reklamasi lahan bekas tambang, pemanfaatan tailing atau pasir sisa tambang, serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan PTFI. (Foto: Dok. PTFI)

MIMIKA – Sebanyak 170 peserta Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 dari 16 perusahaan pertambangan mengunjungi Pusat Penelitian Reklamasi, Biodiversitas, dan Edukasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mile Post (MP) 21, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (31/10/2026), dijelaskan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung inovasi reklamasi lahan bekas tambang, pemanfaatan tailing atau pasir sisa tambang, serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan PTFI.

Manager Environmental Central System and Project PTFI, Roberth Sarwom, menjelaskan berbagai upaya perusahaan dalam mengembangkan metode reklamasi, memanfaatkan tailing atau pasir sisa tambang, serta melestarikan flora dan fauna endemik Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kawasan MP 21 merupakan salah satu fasilitas yang digunakan untuk melakukan penelitian dan pengembangan metode reklamasi, khususnya pada lahan yang didominasi pasir sisa hasil pengolahan bijih tambang,” kata Roberth.

Baca Juga :  Tenaga Medis Mimika ‘Unjuk Gigi’ di Arena Lomba, Pelayanan Tetap Jadi Panglima

Dalam kunjungan tersebut, peserta meninjau sejumlah fasilitas, antara lain pembibitan tanaman (nursery), ruang benih (seed room), budidaya ikan air tawar, konservasi kasuari, penangkaran kupu-kupu dan burung kakatua, hingga Graha Diorama Ekosistem.

Fasilitas terakhir ini menggambarkan bentang alam wilayah operasi PTFI, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan Grasberg.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah produk cokelat dan keripik pisang hasil budidaya tanaman di lahan reklamasi.

Cokelat diproduksi dari kakao yang ditanam di lahan tailing seluas satu hektare, sedangkan keripik pisang Maurpau diolah dari hasil panen pisang di kawasan MP 21. Kedua produk tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan lahan reklamasi secara produktif.

Baca Juga :  Ayo Jadi Bagian Festival Cahaya Kreasi Budaya Papua Tengah 2026, Pendaftaran Segera Ditutup!

Selain reklamasi, PTFI bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam penyelamatan, pemulihan, dan pelepasliaran satwa endemik Papua yang diselamatkan dari perdagangan illegal.

Perusahaan juga mendukung rehabilitasi mangrove di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Papua, Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sumbawa.

Manager Tim Rescue PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Muhammad Indar, mengapresiasi upaya PTFI dalam mengintegrasikan kegiatan pertambangan dengan pengelolaan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Menurutnya, kunjungan ke lokasi reklamasi memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Freeport tidak hanya menambang, tetapi juga memelihara flora dan menjaga kelestariannya.

“Saya juga terkesan saat mendapat informasi mengenai upaya penyelamatan dan pelepasliaran 63 ribu kura-kura moncong babi bersama BKSDA,” kata Muhammad.

Menurutnya, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Kalau kita jaga dan selamatkan lingkungan, maka kita selamat,” katanya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kamoro dan Amungme Freeport Sapu Gelar, Boyong Juara Umum IFRC 2026
Tim Kamoro PTFI Berhasil Rebut Emas Fire Fighter Combat Challenge di IFRC 2026
13 Tim Berpacu dengan Waktu dalam Simulasi Rescue Bawah Air IFRC 2026
Hari Keempat IFRC di Freeport: Arena Uji Tangkas Rescuer hingga Hiburan Warga
Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana
IFRC 2026 Jadi Sarana Edukasi Keselamatan yang Menarik Minat Masyarakat Mimika
Hari Kedua IFRC 2026, 17 Tim Penyelamat Diuji dalam Tiga Kategori Ekstrem
IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:29 WIT

Tim Kamoro dan Amungme Freeport Sapu Gelar, Boyong Juara Umum IFRC 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:04 WIT

Tim Kamoro PTFI Berhasil Rebut Emas Fire Fighter Combat Challenge di IFRC 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:09 WIT

13 Tim Berpacu dengan Waktu dalam Simulasi Rescue Bawah Air IFRC 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIT

Hari Keempat IFRC di Freeport: Arena Uji Tangkas Rescuer hingga Hiburan Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT