MIMIKA – Jenazah seorang perempuan ditemukan terbujur kaku di tengah derasnya arus air di kawasan Mile 30 Tanggul Barat, area PT Freeport Indonesia, Rabu (18/3/2026) pagi.
Keheningan pagi sekitar pukul 09.00 WIT pecah ketika seorang pendulang emas berinisial GK selaku saksi yang menyadari ada sesuatu yang tidak wajar di antara bebatuan dan ranting pohon.
Di antara gemericik air sungai yang keruh, pandangannya tertuju pada helai-helai hitam yang menyerupai rambut manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasi Humas Polres Mimika IPTU Hempy Ona dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa awalnya saksi mencurigai ada benda menyerupai rambut manusia di aliran sungai.
Kecurigaan itu berujung pada temuan memilukan; sesosok jasad manusia terjepit di bawah pepohonan dekat pertigaan aliran sungai.
“Saksi bersama rekan-rekannya segera mengevakuasi korban ke daratan sebelum melaporkan kejadian ke pihak kepolisian,” jelas IPTU Hempy.
Penyelidikan cepat segera membuahkan hasil mengenai identitas korban. Namun, di balik identitas tersebut, tersimpan kisah pilu tentang perjuangan hidup dan kondisi mental yang rapuh.
“Berdasarkan identifikasi awal, korban diketahui berinisial SB, seorang pendulang yang berdomisili di wilayah Mimika,” ujarnya menambahkan.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, SB dikabarkan sempat menghilang dalam kegelapan malam. Sekitar pukul 22.00 WIT pada malam sebelumnya, ia terlihat meninggalkan kamp pendulangan hanya dengan berbekal sebuah parang dan senter.
Pihak keluarga yang menyadari kerentanan kondisi psikis korban sempat melakukan pencarian di tengah hutan dan bantaran sungai, namun malam itu alam belum memberikan jawaban.
Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat menembus medan tambang. Tim Inafis Polres Mimika bersama personel Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kapolsek AKP Djemi Reinhard dan Kanit Reskrim Ipda Y. Tansa Kristiyono langsung mengamankan lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Secara teknis, polisi menduga korban mengalami kecelakaan fatal di hulu sungai. SB diduga terjatuh di wilayah Mile 37 Tanggul Timur dan tubuhnya terseret arus kencang sejauh tujuh mil hingga akhirnya terhenti di Mile 30.
Kini, jenazah SB telah berada di RSUD Mimika. Meski situasi di lokasi penemuan dilaporkan kondusif, aparat tetap melakukan prosedur ketat untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini.
Pihak kepolisian tengah menunggu hasil visum resmi untuk mengungkap penyebab pasti di balik kematian tragis sang pendulang perempuan tersebut.
Polres Mimika kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pendulang di sepanjang aliran sungai agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan medan yang ekstrem demi menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.










