MIMIKA – Persidei Deiyai harus mengakui keunggulan Persipani Paniai setelah kalah telak 0-3 pada laga perdana Grup B Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah di Stadion Wania Imipi, Timika, Papua Tengah, Selasa (10/3/2026).
Pelatih Kepala Persidei Deiyai, Fred Ferdinando Mote, mengakui timnya kalah dari sisi kesiapan, terutama dalam memanfaatkan peluang di depan gawang.
“Hasil hari ini memang mengecewakan bagi kami. Kami mengakui keunggulan Persipani. Mereka bermain lebih siap dan lebih tenang dalam penyelesaian akhir,” ujar Fred dalam konferensi pers usai laga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pada awal pertandingan timnya sempat mampu menjalankan skema permainan bertahan dengan cukup baik untuk meredam tekanan lawan.
Namun, gol pertama Persipani pada menit ke-25 menjadi titik balik yang memengaruhi konsentrasi pemain Persidei.
“Secara taktik, di babak pertama kami sebenarnya sudah mencoba untuk meredam serangan mereka dengan bermain lebih rapat. Namun, gol pertama di menit ke-25 itu sedikit merusak konsentrasi anak-anak. Kami kehilangan fokus setelah itu,” tambahnya.
Memasuki babak kedua, persoalan fisik menjadi tantangan utama bagi tim asal Deiyai tersebut.
Fred mengungkapkan stamina para pemain menurun karena persiapan yang terbatas dan jadwal pertandingan yang padat tanpa waktu istirahat yang cukup.
Kondisi itu membuat transisi permainan Persidei, baik saat bertahan maupun menyerang, berjalan lambat sehingga mudah dimanfaatkan oleh Persipani.
“Persiapan kami sangat minim untuk turnamen ini. Kondisi fisik pemain belum mencapai level 100 persen untuk bertanding dalam intensitas tinggi selama 90 menit,” jelas Fred.
“Di babak kedua, transisi kami sangat lambat karena faktor kelelahan, dan Persipani pintar memanfaatkan celah itu,” imbuhnya.
Menghadapi jadwal pertandingan yang padat, tim pelatih Persidei kini fokus pada pemulihan kondisi pemain. Penyesuaian strategi juga akan dilakukan agar tim tetap kompetitif pada laga berikutnya.
Kapten Persidei Deiyai, Andrias A Kayoi, turut mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekecewaan dan segera bangkit pada pertandingan selanjutnya.
“Kekalahan ini harus jadi pelajaran. Kami tidak boleh menundukkan kepala terlalu lama karena pertandingan berikutnya sudah dekat. Kami harus lebih disiplin lagi, terutama dalam menjaga pertahanan,” pungkasnya.
Hasil ini membuat Persidei Deiyai berada dalam posisi sulit di klasemen sementara Grup B. Tim pelatih memiliki waktu terbatas untuk melakukan evaluasi demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal.









