Universitas Cenderawasih dan BUMMA Namblong Bersinergi, Kembangkan Sistem Berbasis Adat

Ikbal Asra

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Operasional PT Yombe Namblong Nggua, Yusuf Kasmando, mengalungkan noken kepada Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi pengembangan sistem akuntansi berbasis adat dan penguatan tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) Yombe Namblong Nggua di Ekowisata Nggam Bu, Kabupaten Jayapura, Jumat, 10 Juli 2026. Dok. PT Yombe Namblong Nggua.

Direktur Operasional PT Yombe Namblong Nggua, Yusuf Kasmando, mengalungkan noken kepada Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi pengembangan sistem akuntansi berbasis adat dan penguatan tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) Yombe Namblong Nggua di Ekowisata Nggam Bu, Kabupaten Jayapura, Jumat, 10 Juli 2026. Dok. PT Yombe Namblong Nggua.

JAYAPURA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih dan Perseroan Terbatas Yombe Namblong Nggua mengembangkan sistem akuntansi berbasis adat untuk memperkuat tata kelola badan usaha masyarakat adat di Papua. Sistem tersebut mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP), laporan keuangan, serta pencatatan aset biologis dan aset adat yang disesuaikan dengan karakter usaha masyarakat adat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ekowisata Nggam Bu, Kampung Berab, Kabupaten Jayapura, pada 9-10 Juli 2026, dan diikuti 20 staf dari lima unit usaha BUMMA PT Yombe Namblong Nggua. Peserta menyusun prosedur operasional standar (SOP), pencatatan transaksi, serta melakukan identifikasi dan penilaian aset biologi maupun aset adat.

Dosen Akuntansi FEB Uncen Kurniawan Patma mengatakan program tersebut berawal dari identifikasi kebutuhan pengelola BUMMA terhadap sistem administrasi keuangan yang lebih terstruktur. Setiap unit usaha telah menjalankan aktivitas usaha, tetapi belum memiliki SOP tertulis yang mengatur alur pengajuan anggaran, otorisasi transaksi, maupun pencatatan aset. “Kami mengidentifikasi kebutuhan mereka terhadap SOP penatausahaan keuangan dan laporan keuangan berbasis adat. Dari situ kami menyusun model yang bisa langsung diterapkan,” kata Kurniawan kepada GaleriPapua, Jumat, 10 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain persoalan administrasi, kata Kurniawan, tim FEB Uncen menemukan seluruh unit usaha belum memiliki metode untuk mengidentifikasi dan menilai aset biologis. Padahal aset tersebut menjadi sumber utama kegiatan ekonomi BUMMA Yombe Namblong Nggua.

Baca Juga :  Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika

Salah satu contohnya ialah kali Nggam Bu yang dimanfaatkan sebagai lokasi wisata susur sungai. Dalam model yang dikembangkan FEB Uncen, sungai diakui sebagai aset biologis yang memiliki nilai ekonomi dan dicatat dalam laporan keuangan. Sementara keterampilan membuat noken, kuliner khas Namblong, dan pengetahuan tradisional dikategorikan sebagai aset adat karena memiliki nilai ekonomi dan potensi kekayaan intelektual.

Untuk mengakomodasi karakter badan usaha masyarakat adat, FEB Uncen mengembangkan model SAKRAL atau Sistem Akuntansi Keuangan, Relasi Alam, dan Adat. Model tersebut menggunakan pendekatan tiga unsur, yakni alam, adat, dan anak sebagai generasi penerus masyarakat adat.

Pada hari kedua kegiatan, peserta juga mempraktikkan penyusunan model bisnis menggunakan Noken Model Canvas Framework, sebuah pendekatan yang dikembangkan tim FEB Uncen untuk memetakan potensi lima unit usaha PT Yombe Namblong Nggua berdasarkan nilai utama, organisasi, keberpihakan, ekonomi, dan orientasi pasar.

Program tersebut menghasilkan draf SOP pengelolaan keuangan, template laporan keuangan berbasis adat, serta implementation agreement yang menjadi dasar penerapan sistem di seluruh unit usaha. “Kami langsung menyerahkan dokumennya. Setelah ini kami akan melakukan monitoring dan evaluasi agar sistem tersebut benar-benar diterapkan,” imbuhnya.

Direktur Operasional PT Yombe Namblong Nggua Yusuf Kasmando mengatakan pengelolaan administrasi keuangan selama ini masih dilakukan secara sederhana. Dari lima unit usaha yang dimiliki BUMMA, baru unit vanili dan ekowisata yang memiliki pembukuan tertulis. Sementara pencatatan transaksi dan aset di unit lain belum dilakukan secara konsisten.

Baca Juga :  Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki

“Selama ini kami menganggap kalau tidak ditulis masih bisa diingat. Setelah kegiatan ini kami memahami setiap transaksi, sekecil apa pun, harus dicatat,” kata Yusuf.

Yusuf menilai tantangan utama bukan memahami materi, melainkan membangun kebiasaan mencatat setiap aktivitas usaha. Simulasi menggunakan transaksi riil dari masing-masing unit usaha membantu peserta memahami penyusunan laporan laba rugi, pengendalian keuangan, hingga pencatatan aset yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Kerja sama antara FEB Uncen dan PT Yombe Namblong Nggua akan berlanjut melalui nota kesepahaman. Tahun depan, FEB Uncen merencanakan pembukaan kelas akuntansi masyarakat adat bagi pengelola BUMMA. Program tersebut disiapkan untuk sekitar 15 peserta dan akan disertai pendampingan serta peluang beasiswa melalui kerja sama dengan Mitra BUMMA.

PT Yombe Namblong Nggua merupakan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat pertama di Papua. Badan usaha ini dikelola masyarakat adat Namblong yang mendiami wilayah adat Lembah Grime seluas sekitar 52.530 hektare di Kabupaten Jayapura. Wilayah tersebut dihuni 44 marga yang tersebar di Distrik Namblong, Nimboran, dan Nimbokrang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua
Pemuda Muslim Indonesia Mimika Luncurkan Program Khasanah Islamiah untuk Pelajar
Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031
Pengurus Asrama Putri Mamberamo Raya Dilantik, Anjali Inyara Jadi Ketua
Benyamin Magal Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker KNPI Papua Tengah, Segera Siapkan Musda
Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi
Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika
Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIT

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIT

Pemuda Muslim Indonesia Mimika Luncurkan Program Khasanah Islamiah untuk Pelajar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:57 WIT

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:56 WIT

Pengurus Asrama Putri Mamberamo Raya Dilantik, Anjali Inyara Jadi Ketua

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:01 WIT

Benyamin Magal Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker KNPI Papua Tengah, Segera Siapkan Musda

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT