MIMIKA — Kepolisian Resor (Polres) Mimika menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 di halaman Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Kuala Kencana, Senin (10/11/2025).
Upacara dipimpin Wakapolres Mimika, Kompol Junan Pilitomo, dan diikuti jajaran personel Polres Mimika serta Brimob Yon B Mimika.
Dalam upacara ini, Kompol Junan membacakan pesan-pesan pahlawan bangsa, termasuk kutipan dari Pahlawan Nasional asal Papua, Frans Kaisiepo, yang menegaskan bahwa, “Tanah ini bukan milik segelintir orang, tetapi rumah bagi semua anak Indonesia.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Kompol Junan juga membacakan amanat tertulis Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf.
Dalam amanat tersebut, Mensos mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menundukkan kepala dengan penuh hormat mengenang jasa para pahlawan.
“Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujarnya.
Mensos menyampaikan bahwa para pahlawan berjuang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal—generasi yang kini menikmati kemerdekaan.
Amanat tersebut menekankan tiga nilai utama yang diwariskan para pahlawan:
Pertama, kesabaran dalam perjuangan. Para pahlawan sabar menempuh proses panjang, mulai dari menuntut ilmu hingga membangun kebersamaan.
“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa,” terang Kompol Junan.
Kedua, mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak menuntut balasan atau jabatan.
“Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Ketiga, memiliki pandangan jauh ke depan. Perjuangan dilakukan untuk generasi penerus dan dijadikan sebagai ibadah.
“Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam bagi bangsa ini,” imbuhnya.
Mensos menambahkan, perjuangan hari ini bukan lagi dengan senjata, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian. Semangat itu sejalan dengan program pembangunan nasional.
“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” katanya.
Menutup amanat, Wakapolres mengajak seluruh peserta upacara untuk meneruskan api perjuangan para pahlawan melalui karya nyata.
“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan ini tidak pernah padam—dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” tegasnya.








