MERAUKE – Pemerintah resmi menetapkan Wanam di Kabupaten Merauke sebagai salah satu lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pembangunan pusat cadangan pangan nasional.
Penetapan ini diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional.
Hal itu disampaikan melalui siaran pers yang diterbitkan Dan Satgas Media Koops Habema, Rabu (27/8/2025) siang.
Dikatakan bahwa pada Selasa (26/8/2025), sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara melakukan kunjungan kerja ke kawasan Wanam sekaligus menggelar rapat terbatas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Pangan.
Turut hadir di antaranya Menteri Pertahanan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian, Wakil Panglima TNI, Kasum TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Direktur Utama PT Pindad, serta Kepala Badan Logistik dan Ketahanan Nasional (Kabaloghan).
Sebagai tindak lanjut Inpres 14/2025, pemerintah membagi peran lintas kementerian. Kementerian Pertahanan bertugas mendukung pengamanan kawasan sekaligus mendorong pengembangan industri pertahanan bersama Pindad.
Kementerian Pekerjaan Umum menyusun pedoman pembangunan infrastruktur, sementara Kementerian Lingkungan Hidup mempercepat proses persetujuan lingkungan agar keberlanjutan tetap terjamin.
Adapun Kementerian Pertanian akan melakukan percepatan cetak sawah, penyediaan sarana produksi, hingga penanaman guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Wanam diproyeksikan memiliki cetak sawah hingga 1 juta hektare dan dikembangkan sebagai kawasan satelit pangan yang terintegrasi dengan infrastruktur vital, seperti bandara, pelabuhan, dan jaringan irigasi.
Selain itu, pembangunan juga mencakup program biodiesel, penguatan industri pertahanan, serta pembangunan jalan penghubung Wanam–Boven Digoel sepanjang 130 kilometer.
Menko Pangan ditetapkan sebagai Ketua Otorita yang bertugas mengorkestrasi seluruh kementerian dan lembaga terkait.
Tujuannya adalah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Republik Indonesia dengan menjamin cadangan pangan dan infrastruktur pendukung yang berkelanjutan.
Pengawalan pembangunan di Wanam juga melibatkan Satgas Merah Putih dari unsur TNI, dengan dukungan tokoh masyarakat, agama, dan pemuda.
Menteri Pertahanan menegaskan, pengembangan Wanam tidak hanya berfokus pada sektor pangan dan energi, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat kedaulatan negara.










