Menanti Strategi Jitu Pembangunan Distrik Jita dari Hasil Musrenbang 2026

Ahmad

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen penyerahan hasil Musrembang dalam bentuk dokumen tertulis oleh Kepala Distrik Jita, Suto Rontini (kiri), kepada Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, usai kegiatan Musrembang di Ballroom Kanguru Hotel Timika, Jumat (6/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Momen penyerahan hasil Musrembang dalam bentuk dokumen tertulis oleh Kepala Distrik Jita, Suto Rontini (kiri), kepada Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, usai kegiatan Musrembang di Ballroom Kanguru Hotel Timika, Jumat (6/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Pemerintah Distrik Jita telah merampungkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik untuk tahun anggaran 2026.

Hasil musyawarah itu akan segera ditindaklanjuti ke tingkat Kabupaten Mimika dalam waktu dekat.

Dalam Musrenbang yang melibatkan tokoh masyarakat, para kepala kampung, serta jajaran tim asistensi tersebut, dihasilkan sebanyak 129 usulan prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usulan mencakup pembangunan rumah layak huni, penyediaan air bersih, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, pembangunan jembatan, penerangan jalan, bantuan sektor perikanan, hingga program peningkatan perekonomian masyarakat.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, dalam sambutannya memberikan apresiasi sekaligus catatan untuk pembangunan ke depan.

“Bapak Ibu di Distrik Jita sudah buat banyak, dan ke depan banyak PR juga yang akan kami pikirkan untuk pengembangan terutama di Distrik Jita. Usulan-usulan yang telah Bapak/Ibu sampaikan itu menjadi perencanaan untuk 2027,” ujar Regina.

Regina menjelaskan bahwa tim asistensi telah menyampaikan adanya program-program usulan tahun lalu yang akan direalisasikan pada tahun ini. Ia meminta para kepala kampung dan tim distrik untuk terus mengawal program tersebut.

Baca Juga :  Bupati Mimika Ajak Masyarakat Jaga Keamanan di Masa Tenang Pemilu 2024

“Apabila ada program yang diusulkan tahun lalu tidak terealisasi tahun ini, kita dorong lagi di tahun depan. Apabila terealisasi tahun ini, kita bersyukur untuk itu. Tugas masyarakat mendukung program pemerintah. Ketika ada program hadir melalui OPD terkait, support itu tahun ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Regina menekankan pentingnya data dalam mewujudkan visi-misi Bupati Mimika untuk membangun dari kampung ke kota.

Saat ini, Bappeda tengah menyiapkan survei potensi distrik agar pembangunan lebih tepat sasaran.

“Kepala Daerah harus punya data distrik itu harus lengkap dan juga data kampung. Data kampung tim dari DPMK sudah siapkan beberapa kampung, tetapi untuk survei potensi distrik akan disiapkan Bappeda tahun ini. Harapan pimpinan, lewat potensi distrik yang Bapak Bupati sudah pegang datanya, tahu dari Distrik Jita itu potensinya apa, kita mulai di Jita itu mulainya buat apa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Jita, Suto Rontini, menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam hal penyediaan lahan untuk fasilitas umum.

Ia mengingatkan warga agar tidak menghambat pembangunan dengan tuntutan ganti rugi tanah yang berlebihan.

“Saya selalu ingatkan sama masyarakat, kepala kampung, ketika pemerintah itu mau membangun sesuatu, saya cuma pesan satu: kam stop dengan kam pung bayar-bayar tanah itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Seribu OAP Miskin Ekstrem di Mimika Terima Bantuan dari Pemprov

“Tetapi saya bersyukur sampai hari ini semua proses pembangunan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena pemerintah kalau punya program tetapi kalau masyarakat tidak mendukung, tidak akan bisa,” tegas Suto melanjutkan.

Suto juga meminta masyarakat menjaga kenyamanan para tenaga pelayan publik seperti guru dan tenaga kesehatan.

Ia berharap komitmen penyediaan lahan gratis untuk fasilitas pemerintah tetap dipertahankan demi kemajuan distrik.

“Jadi dari kampung ke kampung kita siapkan lahan. Pemerintah itu siap membangun, tapi paling penting itu adalah lahan yang harus kita siapkan. Siapa yang bertanggung jawab? Ya Kepala Distrik, masyarakat yang ada di kampung. Jadi kalau kita tidak mau kasih ruang untuk orang membangun, tidak akan bisa orang datang bangun kita pung kampung,” tuturnya.

“Yang penting apa yang kita inginkan kita sampaikan, aspirasi kita kita sampaikan, dan semua itu sudah tercatat dengan baik. Tinggal kita sama-sama punya tugas dan tanggung jawab untuk mengawal itu, sehingga apa yang menjadi usulan prioritas kita itu bisa terlaksana,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Mimika Baru Masuk SD, Tekan Kasus Bullying Sejak Dini
Hari Otda ke-30, Bupati Mimika Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran
Disdukcapil Mimika Jemput Bola ke Lapas, Pastikan Hak Identitas Warga Binaan Terpenuhi
Mimika Prioritaskan Infrastruktur dan SDM untuk Percepat Pemerataan Pembangunan
Pasar Lama Timika akan Dijadikan RTH, Pemkab Siapkan Paru-Paru Kota Baru
Pemkab Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting 2026
Meraba Misi Digitalisasi Dukcapil Mimika Menuju Integrasi Satu Data
Ketahanan Pangan Mimika: Bulog Perkuat Jaring Pengaman Sosial bagi 27 Ribu Warga

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:31 WIT

Polsek Mimika Baru Masuk SD, Tekan Kasus Bullying Sejak Dini

Senin, 27 April 2026 - 14:58 WIT

Hari Otda ke-30, Bupati Mimika Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Senin, 27 April 2026 - 14:15 WIT

Disdukcapil Mimika Jemput Bola ke Lapas, Pastikan Hak Identitas Warga Binaan Terpenuhi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:39 WIT

Mimika Prioritaskan Infrastruktur dan SDM untuk Percepat Pemerataan Pembangunan

Jumat, 24 April 2026 - 19:39 WIT

Pasar Lama Timika akan Dijadikan RTH, Pemkab Siapkan Paru-Paru Kota Baru

Berita Terbaru

Seorang mahasiswa menyampaikan orasi saat aksi Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) di Lingkaran Abepura, Jayapura, Senin, 27 April 2026. Aksi tersebut menyoroti situasi yang mereka sebut sebagai darurat militer dan krisis kemanusiaan di Tanah Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Hukrim

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Senin, 27 Apr 2026 - 23:14 WIT