Lenis Kogoya Dorong Pelibatan Masyarakat Adat Kelola Dapur MBG di Papua Tengah

Kevin Kurni

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stafsus Menhan Bidang Kedaulatan NKRI, Lenis Kogoya. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Stafsus Menhan Bidang Kedaulatan NKRI, Lenis Kogoya. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA — Staf Khusus Menteri Pertahanan (Stafsus Menhan) Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Lenis Kogoya, mendorong pelibatan lembaga masyarakat adat dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah.

Hal itu disampaikan Lenis kepada awak media usai mengikuti kegiatan Konsolidasi Pendidikan Daerah Papua Tengah 2026 di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (12/3/2026) malam.

Menurut Lenis, khusus untuk wilayah pegunungan seperti Puncak dan Intan Jaya, pengelolaan dapur program MBG sebaiknya diserahkan langsung kepada masyarakat asli setempat agar program tersebut lebih tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah konsultasi dengan pimpinan bahwa khusus untuk daerah-daerah puncak seperti Ilaga, Intan, dan sebagainya, ini kasih kepada semua anak-anak Papua, semua anak-anak gunung. Istilahnya orang gunung bilang itu anak koteka namanya,” kata Lenis.

Ia menjelaskan, masyarakat lokal dinilai lebih memahami kondisi sosial dan budaya di daerahnya sehingga dapat meminimalisir berbagai isu negatif yang kerap muncul, seperti makanan basi atau bahkan tudingan adanya racun dalam makanan.

Baca Juga :  Pj Sekda Mimika Minta ASN Tetap Loyal kepada Pimpinan Daerah

Sementara untuk wilayah perkotaan seperti Timika yang memiliki masyarakat lebih beragam, Lenis mengatakan pengelolaan dapur MBG dapat dilakukan secara bersama-sama antara masyarakat lokal dan pendatang. Namun, keterlibatan masyarakat asli Papua tetap harus menjadi prioritas.

“Terus kalau di kota ini, misalnya Timika, ini kan campuran boleh, masyarakat kita yang pendatang boleh menangani, tapi yang karyawannya semuanya libatkan masyarakat lokal,” ujarnya.

Lenis juga membuka peluang bagi pihak sekolah untuk turut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk melibatkan guru dalam pengelolaan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya peran lembaga masyarakat adat dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya program MBG di Papua Tengah.

“Nanti lembaga adat kami akan bikin tim pengawasannya. Jadi, intinya lembaga adat itu harus dilibatkan. Lembaga masyarakat adat 8 kabupaten, Provinsi Papua Tengah,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Beras di Mimika Melonjak, Disperindag: Kenaikan Secara Nasional

Untuk memperkuat peran tersebut, Lenis menilai pemerintah daerah di delapan kabupaten Papua Tengah perlu memberikan dukungan anggaran kepada lembaga masyarakat adat (LMA).

Menurutnya, beban kerja lembaga adat saat ini cukup besar karena tidak hanya mengurus persoalan hak ulayat, tetapi juga terlibat dalam pengawasan dana desa hingga berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Bupati dan gubernur wajib mengalokasikan anggaran untuk lembaga masyarakat adat karena mereka bekerja cukup berat di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Lenis juga mendorong agar lembaga masyarakat adat di setiap kabupaten segera dilantik secara resmi. Setelah dirinya mengeluarkan surat keputusan (SK), para bupati dapat menerbitkan SK lanjutan.

Ia berharap pelibatan lembaga adat dan masyarakat lokal dapat membuat berbagai program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan pemenuhan gizi anak, berjalan lebih aman, efektif, serta diterima dengan baik oleh masyarakat Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana
DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Rabu, 2 September 2026 - 15:46 WIT

Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT