MIMIKA – Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) kian menunjukkan keseriusannya dalam menatap pendidikan anak-anak Suku Kamoro ke depan.
Hal itu tampak dalam sebuah momen kegiatan yang berlangsung di Rumah Ret Rer Loresa, SP 3, Timika, Papua Tengah, Selasa (23/4/2024).
Pada kegiatan tersebut, YPKB menyalurkan pendidikan melalui pembinaan iman dan karakter terhadap lebih dari 200 anak usia dini yang merupakan peserta beasiswa YPKB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan Galeripapuan.com, anak-anak yang berusia SD kelas 1 ke atas ini terlihat begitu aktif saat dipandu oleh beberapa pastor dari Rumah Ret Ret Loresa dalam menyanyikan lagu-lagu rohani yang kemudian dipadukan dengan rangkaian pembinaan lainnya.
Seperti halnya tema yang diusung yakni “Iman dan Karakter Fondasi Kehidupan”, kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi diri siswa untuk menjadi pribadi yang memuliakan Tuhan, sekaligus menjadi penunjang keberhasilan pendidikan.
Sekretaris YPKB, Rafael Taorekeyau, mengatakan pembinaan ini dilakukan sesuai program yayasan yaitu program pembinaan yang bakal dilakukan sebanyak dua kali per enam bulan.
Disebutkan, tujuannya untuk membentuk karakter siswa sejak dini dan juga agar lebih mengenali karakter masing-masing anak.
“Utamanya itu karakter siswa. Kita mulai bentuk mereka dari tingkat SD, bagaimana kekuatan iman mereka, bagaimana karakter iman mereka mulai terbentuk itu yang kita utamakan,” ujar Refael.
Sementara Bendahara YPKB, Evelin Kosamah, menjelaskan alasan yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini adalah bahwa iman dan karakter merupakan bagian dari penunjang keberhasilan anak-anak dalam dunia pendidikan.
“Hari ini, anak-anak yang datang itu sekitar 248 orang dari 4 kampung. Memang kita ada 5 kampung, Kampung Nayaro lagi, tapi karena Nayaro jauh jadi nanti kita fokus ke sana langsung,” ungkapnya.
Di samping itu, Ketua YPKB, Thomas Too, kepada galeripapua.com mengatakan, yang menjadi fokus yayasan saat ini adalah pembiayaan yang ditargetkan kepada masyarakat Suku Kamoro di lima kampung.
Thomas menyebut, YPKB nantinya tidak hanya fokus kepada lima kampung tersebut saja, melainkan juga kepada seluruh masyarakat Suku Kamoro.
“Kita membantu yang tidak ter-cover. Kami siap untuk bantu tapi syaratnya dia harus orang Suku Kamoro, itu untuk ke depan. Kalau untuk hari ini, kita masih fokus pada lima kampung,” ungkap Thomas.
Ditanya terkait alasan pentingnya pendidikan kepada anak-anak Kamoro, Thomas menilai bahwa pendidikan anak-anak Kamoro kini masih terbelakang.
Oleh karena itu, YPKB bertekad mendongkrak mutu pendidikan anak-anak Kamoro agar dapat bersaing dengan anak-anak dari daerah lainnya.
“Dengan sekolah itu bisa mengubah seseorang. Makanya jauh-jauh hari kami mulai persiapkan dari sekarang,” tutur Thomas.
Thomas pun mengucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro yang sudah mendukung program-program YPKB melalui pembiayaan.
Melalui pembiayaan itu, YPKB turut membiayai anak-anak Kamoro yang menempuh pendidikan di empat daerah di pulau Jawa. Di antaranya Semarang, Jogja, Magelang, dan Bandung.
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait ke depannya juga dapat bersinergi bersama membangun anak-anak Papua khususnya anak-anak Kamoro.















