Buka Rakoor, Begini Pandangan Wabup Soal Percepatan Penurunan Stunting di Mimika

Ahmad

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, sedang menyampaikan sambutan dalam pembukaan rapat koordinasi di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, sedang menyampaikan sambutan dalam pembukaan rapat koordinasi di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melaksanakan rapat koordinasi dan peningkatan kapasitas tim percepatan, pencegahan dan penurunan stunting (TP3S) tingkat Kabupaten Mimika terkait simulasi analisa data bina bangda tingkat distrik yang didampingi oleh Project Pasti Papua.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/9/2025).

Dalam amanatnya, Emanuel mengatakan bahwa stunting merupakan salah satu tantangan terbesar dalam hal pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada perkembangan kognitif, produktivitas. Dan kualitas generasi penerus bangsa,” kata Emanuel Kemong.

Emanuel menerangkan, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting menjadi sebesar 14,4% pada tahun 2029, dan terus berupaya menekan hingga 5% pada tahun 2045, sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN).

Baca Juga :  36 Tahun Pengabdian, Kompol Mursaling Akhirnya Naik Pangkat Jadi AKBP

Target ini tentu membutuhkan kerja keras, koordinasi, dan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat sipil.

Kata Emanuel, Kabupaten Mimika sendiri telah membentuk tim percepatan penurunan stunting (TP3S) yang bertugas menyusun rencana aksi, memantau pelaksanaan, dan memastikan keterpaduan intervensi yang dilaksanakan lintas sektor.

“Namun demikian, kita masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari koordinasi, pemanfaatan data yang belum optimal, hingga pelaksanaan kegiatan yang belum merata di tingkat distrik dan kampung,” ungkapnya.

Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, Emanuel menegaskan kembali komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.

Adapun beberapa tujuan penting yang ingin dicapai, yaitu sebagai berikut.

  1. Meningkatkan kapasitas TP3S Kabupaten Mimika dalam menganalisis data hingga tingkat distrik, dengan pendampingan dari Project Pasti Papua.
  2. Memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor, sehingga intervensi yang dilakukan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.
  3. Meningkatkan kolaborasi antar stakeholder, baik pemerintah daerah, swasta, lembaga masyarakat, maupun mitra pembangunan, dalam upaya menurunkan angka stunting dan memperbaiki status gizi anak di Mimika.
Baca Juga :  Pembunuhan Marak di Mimika, 4 Pria Ditemukan Tewas di Beda Lokasi

“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita mampu mempercepat pencapaian target penurunan tunting di Kabupaten,” ujar Emanuel.

“Kehadiran mitra pembangunan seperti Yayasan Wahana Visi Indonesia melalui Project Pasti Papua, PT Freeport indonesia, dan YPMAK, tentu menjadi kekuatan besar yang dapat mempercepat capaian ini,” tambahnya.

Emanuel berharap, forum ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk menyatukan langkah, menyusun strategi yang lebih inovatif, serta memastikan data dan kebijakan yang digunakan benar-benar berbasis bukti.

Dengan demikian, generasi Mimika ke depan akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar, khususnya bagi masa depan anak-anak kita di Kabupaten Mimika,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT