MIMIKA – Peristiwa kericuhan yang terjadi di Pos Penjagaan Brimob, Jalan Gorong-gorong, Kelurahan Koperapoka, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Senin (13/1/2025) malam, mengakibatkan tiga warga menjadi korban luka-luka.
Hal itu disampaikan oleh Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, saat dikonfirmasi via telpon pada Selasa (14/1/2025) siang.
“Tiga orang korban. Yang jelas (kondisinya) luka-luka. Tapi tadi malam ketiganya sudah pulang. Tidak ada yang meninggal. Jadi mereka cuma rawat jalan sekitar jam 11 malam,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, peristiwa kericuhan ini bermula saat seorang warga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras mendatangi Pos Penjagaan Brimob.
Anggota yang sedang berjaga kemudian menyarankan agar yang bersangkutan segera pulang. Namun, setelah beranjak dari pos penjagaan, yang bersangkutan kemudian terjatuh di depan pos.
Saat yang bersangkutan hendak dievakuasi ke rumah sakit, ada sejumlah warga yang tidak mengizinkannya. Alhasil beberapa saat kemudian, aksi pelemparan batu terhadap Pos Brimob itu pun terjadi.
Akibatnya sejumlah jendela di Pos Penjagaan tersebut berguguran kaca. Beberapa barang seperti televisi, handphone, dan sebagainya pun lenyap dari dalam pos. Adapun terlihat kobaran nyala api di sekitar pos.
Sementara itu, ketika berita tentang kejadian penyerangan ini diunggah di media sosial, tidak sedikit warganet yang memberikan komentar bahwa kronologi yang disampaikan pihak kepolisian tidak sesuai dengan peristiwa yang sesungguhnya terjadi.
Ada yang menyebutkan bahwa orang mabuk tersebut awalnya dipukul oleh anggota Brimob hingga nafasnya terengah-engah.
“Faktanya Brimob yang di situ yang pukul kakak satu itu sampai nafas satu-satu,” komentar dari akun Instagram @okeudahhh._ pada unggahan video berita @papua60detik.
“Kronologi tidak logis sekali,” tulis akun @emmanuel_jhose di kolom komentar unggahan video berita akun Instagram @galeripapuacom.
Berkaitan dengan informasi pemukulan itu, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq, menyatakan bahwa informasi itu tidak benar. Dia menegaskan tidak ada pemukulan yang dilakukan oleh anggota Brimob kepada orang mabuk tersebut.
“Untuk orang yang dipukul nihil. Yang bersangkutan mabuk berat saat datang ke Pos Brimob. Sampai dengan tadi malam, yang bersangkutan masih dalam keadaan mabuk saat kita cek di rumah sakit. Yang bersangkutan mabuk berat dikira dipukul, padahal orang mabuk,” jelas Fajar.










