Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Ahmad

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua dari lima terduga pelaku pemasok logistik dan amunisi KKB yang ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 di Nabire. (Foto: Satgas Humas ODC)

Dua dari lima terduga pelaku pemasok logistik dan amunisi KKB yang ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 di Nabire. (Foto: Satgas Humas ODC)

MIMIKA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 mengamankan lima orang yang diduga menjadi simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire.

Penangkapan dilakukan sebagai upaya memutus jalur distribusi dukungan terhadap kelompok bersenjata tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan dalam tiga tahap berdasarkan hasil penyelidikan intelijen yang telah berlangsung cukup lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Selasa, 10 Maret 2026, aparat mengamankan dua pria berinisial PW (alias PM) dan PNW. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan jalur logistik kelompok Aibon Kogoya.

“Dari hasil penyelidikan terhadap keduanya, PW alias PM diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok Aibon Kogoya untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi yang berbeda,” jelas Kasatgas Humas.

Sehari kemudian, Rabu, 11 Maret 2026, aparat kembali menangkap dua pria lainnya, yakni YW (28) dan LW (29).

Keduanya diamankan saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Verza berwarna hitam dan diduga hendak mengantarkan bahan makanan ke markas KKB.

Pada malam hari di tanggal yang sama sekitar pukul 19.55 WIT, aparat kembali mengamankan seorang pria berinisial D (alias LA) di sebuah tempat hiburan di Nabire. Ia diduga berperan sebagai penghubung dalam distribusi amunisi.

Baca Juga :  Tiba di Timika, Jenazah Briptu Anumerta Alfando Langsung Diterbangkan ke Luwuk Banggai

Dari penangkapan YW dan LW, petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamkesmas, noken, senter kepala, powerbank, baterai, sebuah pisau bermotif kayu, serta satu unit sepeda motor Honda Verza berwarna hitam.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal terhadap D, aparat memperoleh pengakuan terkait praktik jual beli amunisi ilegal.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan harga sekitar Rp250.000 per butir. Transaksi tersebut disebut dilakukan melalui perantara seorang pria berinisial H, yang diduga berperan sebagai pihak yang menyediakan amunisi,” terang Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Menanggapi isu yang beredar di masyarakat, Satgas Damai Cartenz menegaskan bahwa seluruh proses penangkapan dilakukan secara legal serta melalui pengamatan panjang menggunakan metode intelijen.

“Kami dari Satgas Ops Damai Cartenz berkomitmen bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, informasi ini kami sampaikan untuk meluruskan berbagai berita hoaks yang beredar, seolah-olah aparat mengamankan lima orang di Nabire tanpa dasar administrasi dan surat perintah yang jelas,” tegas Yusuf.

Baca Juga :  Dibebaskan KKB, Kapten Philip: Saya Senang Sekali, Terima Kasih

Ia menambahkan, para terduga pelaku telah lama dipantau sebelum akhirnya dilakukan penindakan.

“Kelima orang ini telah kami pantau sejak lama, bukan tiba-tiba dilakukan penangkapan. Berdasarkan jaringan intelijen yang kami peroleh, baik melalui Humint maupun Sigint, akhirnya kami dapat menyimpulkan adanya keterlibatan mereka. Proses ini juga telah melalui tahapan pemeriksaan dan penyidikan secara intensif,” tambahnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan bahwa proses pendalaman masih terus dilakukan di Polres Nabire guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Senada dengan itu, Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna memastikan jaringan yang terlibat dapat diungkap secara menyeluruh,” ujar Brigjen Faizal.

Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan proses penegakan hukum kepada pihak berwenang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

91,7 Liter Sopi Diamankan di Pelabuhan Poumako, Lagi-lagi Pemilik Misterius
Duel Sajam di Mimika, Satu Pria Terluka Parah di Bagian Kepala
Bentrok Kwamki Narama Kembali Memanas, 1 Tewas dan 10 Warga Terluka
KPU Mimika Buka-bukaan Soal Temuan BPK: Rp502 Juta Dikembalikan
Dua Pengedar Sabu di Mimika Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Sita Motor hingga Uang Tunai
Dua Pelaku Pembacokan Mahasiswa di Mimika Ditangkap, Polisi Sita Parang
Polsek Miru Ringkus Komplotan Curanmor Lintas Wilayah di Nawaripi
Pesta Miras Jadi Motif, Dalang Pencurian di Timika Akhirnya Ditangkap

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27 WIT

91,7 Liter Sopi Diamankan di Pelabuhan Poumako, Lagi-lagi Pemilik Misterius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:59 WIT

Duel Sajam di Mimika, Satu Pria Terluka Parah di Bagian Kepala

Jumat, 17 April 2026 - 16:34 WIT

Bentrok Kwamki Narama Kembali Memanas, 1 Tewas dan 10 Warga Terluka

Kamis, 16 April 2026 - 14:28 WIT

KPU Mimika Buka-bukaan Soal Temuan BPK: Rp502 Juta Dikembalikan

Kamis, 16 April 2026 - 03:56 WIT

Dua Pengedar Sabu di Mimika Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Sita Motor hingga Uang Tunai

Berita Terbaru

Foto bersama pembukaan kegiatan evaluasi kinerja pelayanan publik yang digelar oleh Disdukcapil Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel Horison Ultima, Timika, Rabu (22/4/2026). (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Mimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital

Rabu, 22 Apr 2026 - 16:06 WIT