OPM Sebut Iyoktogi Telenggen Bukan Anggotanya, Polisi: Itu Pengalihan Isu Biar Dibebaskan

Endy Langobelen

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iyoktogi Telenggen saat diinterogasi polisi. (Foto: Istimewa)

Iyoktogi Telenggen saat diinterogasi polisi. (Foto: Istimewa)

YAHUKIMO – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo atau yang biasa disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo membantah bahwa Iyoktogi Telenggen yang ditangkap oleh aparat kepolisian adalah anggotanya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, pada Senin (3/2/2025) siang sekitar pukul 13.11 WIT di Bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, aparat kepolisian dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025 telah menangkap Iyoktogi Telenggen selaku DPO KKB.

Sementara dalam siaran pers yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan diteruskan oleh Juru Bicaranya, Sebby Sambom, pada Selasa (4/2/2025) dini hari, menegaskan bahwa Iyoktogi Telenggen bukanlah anggotanya. Iyoktogi Telenggen murni adalah warga sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu bukan anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Maka tuduhan sepihak yang dikeluarkan oleh aparat militer Pemerintah Indonesia terhadap Iyogtogi Telenggen adalah tidak benar karena korban adalah warga sipil biasa yang tidak tergabung dalam pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” kata Sebby.

Baca Juga :  Polres Mimika Laksanakan Upacara Peringatan Harkitnas ke-117

“Dan juga sesuai nama sudah jelas bahwa korban berasal dari Kabupaten Puncak dan tidak ada keterlibatannya dalam pihak kami di Yahukimo. Dan juga tidak ada marga Telengen dalam pasukan kami (TPNPB Kodap XVI Yahukimo). Maka aparat militer Pemerintah Indonesia segera meminta maaf kepada korban dan segera bebaskan warga sipil tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI dan Polri untuk segera mengevaluasi kinerjanya di wilayah konflik bersenjata di tanah Papua atas penangkapan dan tuduhan yang tidak benar terhadap warga sipil.

“Ini adalah kinerja terburuk aparat militer Indonesia di awal tahun 2025 di Yahukimo. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga sudah sampaikan sejak 28 dan 31 Januari 2025 terhadap aparat militer Pemerintah Indonesia untuk segera hentikan penangkapan terhadap warga sipil di Yahukimo. Namun hal tersebut masih saja dilakukan hingga sekarang bahkan terhadap Iyogtogi Telenggen dan juga menuduh korban sebagai anggota TPNPB itu adalah tidak benar,” tuturnya.

Baca Juga :  Polisi Olah TKP Keributan yang Berujung Penyerangan Aparat di Mimika

“Atas kejadian tersebut Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak kepada aparat militer Pemerintah Indonesia untuk segera bebaskan korban yang ditangkap tanpa adanya kepemilikan senjata api dan alat tajam lainnya yang membahayakan orang lain di muka umum,” pungkasnya.

Di samping itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya tidak salah menangkap Iyoktogi Telenggen. Sebab, yang bersangkutan benar-benar adalah DPO KKB yang terlibat beberapa kasus kejahatan.

“Pelaku (Iyoktogi Telenggen) sudah kita identifikasi terlibat berbagai aksi penganiayaan dan pembunuhan,” ujarnya via pesan WhatsApp, Selasa (4/2/2025) malam.

Yusuf menilai bahwa bantahan yang disampaikan pihak KKB hanyalah pengalihan isu agar pelaku dibebaskan.

“Ini adalah pengalihan isu agar pelaku yang ditangkap dibebaskan. Dan setiap ada dari komplotan KKB yg ditangkap, mereka pasti tidak mengakui dan minta orang itu dibebaskan,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan
Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire
Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika
Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan
Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika
Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:35 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka

Senin, 16 Maret 2026 - 12:26 WIT

Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:37 WIT

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:22 WIT

Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:52 WIT

Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/