Warga Sipil Dilaporkan Tewas Ditembak, Masyarakat Puncak Mengungsi Minta Perlindungan

Endy Langobelen

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga masyarakat mengungsi mencari perlindungan di halaman kediaman Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Aser Tabuni, di Kampung Kimak, Distrik Ilaga. (Foto: Istimewa)

Warga masyarakat mengungsi mencari perlindungan di halaman kediaman Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Aser Tabuni, di Kampung Kimak, Distrik Ilaga. (Foto: Istimewa)

PUNCAK – Seorang warga sipil atas nama Agus Murib dilaporkan tewas ditembak di Kampung Toanggi II, Distrik Gome Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Kamis (22/5/2025) lalu.

Pelaku dalam peristiwa penembakan ini diduga adalah aparat militer Indonesia. Hal itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, berdasarkan laporan dari pasukan TPNPB di Kabupaten Puncak.

“Laporan resmi dari pasukan TPNPB dari Ilaga pada hari Kamis, 22 Mei 2025 jam 21.30 bahwa militer Indonesia telah menembak mati Agus Murib selaku warga sipil pada hari Kamis, 22 Mei 2025 sekitar pukul 03.00 WIT di Kampung Toanggi II, Distrik Gome Utara, Ilaga, Papua,” ujarnya dalam siaran pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kronologinya dijelaskan bahwa sejak pagi dini hari, korban Agus Murib bersama istrinya dari rumah pergi ke hutan untuk mencari rotan dan sayur.

“Sesampainya mereka di dalam hutan, aparat militer Indonesia sudah siaga satu dan langsung menembak mati Agus Murib. Sementara Istrinya melarikan diri dari dalam hutan di Kampung Toanggi ke pemukiman warga sipil,” jelas Sebby.

Baca Juga :  Seorang Warga Sipil Ditembak OTK di Kabupaten Puncak

Peristiwa penembakan ini juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Aser Tabuni, setelah menerima warga masyarakat yang mengungsi ke kediamannya untuk mencari perlindungan.

Aser menyebut masyarakat merasa ketakutan akibat peristiwa itu sehingga pada Jumat (23/5/2025) pagi, mereka mendatangi kediamannya di Kampung Kimak, Distrik Ilaga.

“Itu kemarin (22/5) jam 3 terjadi penembakan di atas. Jadi, setelah mendengar itu, masyarakat masih bermalam di sana. Tapi karena mereka ketakutan, pagi ini (23/5) jam 6 sampai jam 7 mereka sudah bergeser tiba di Kimak, di tempat ini,” tuturnya.

Sebagai Kepala Dinas Sosial dan juga sanak saudara dari masyarakat, Aser mengatakan pihaknya telah menyiapkan tenda dan juga bahan makanan untuk para pengungsi di halaman rumahnya.

“Hari ini, kami keluarga menerima mereka dan kami belanja tenda kemudian sayur, beras, lalu kami tampung mereka di sini. Saat ini pun karena kita sebagai orang adat, kasihan karena keluarga datang, maka kita ambil satu ekor babi harga Rp40 juta. Sementara kita masak sama-sama untuk mereka,” ujarnya.

Aser saat itu juga mengatakan pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dari pihak keluarga terkait pemakaman jenazah korban Agus Murib.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Long Boat Hilang di Perairan Kaimana Ditutup

Sementara itu, berdasarkan informasi lanjutan yang dihimpun Galeripapua.com, jenazah Agus Murib telah dikremasi pihak keluarga di kampung halamannya.

Di samping itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, saat dikonfirmasi mengatakan tidak ada korban sipil atas nama Agus Murib yang ditembak TNI.

“Info Agus Murib bersama istrinya sementara tidak ada. Yang ada 7 orang merayap mendekati pos, tertembak 1 orang, lainnya melarikan diri,” kata Mayjen TNI Rudi via pesan WhatsApp, Senin (26/5/2025) malam.

Dia menyebut korban yang tertembak itu terindikasi sebagai TPNPB-OPM karena beberapa tanda tertentu.

“Hal itu terjadi karena terpantau dari patroli drone bahwa ada 7 orang melakukan kegiatan mengendap-endap mendekati salah satu TK/pos di Puncak dan selanjutnya dilakukan tindakan 1 orang meninggal dunia, lainnya melarikan diri. Tanda-tanda lain yang bersangkutan menggunakan kalung bintang kejora. Keterangan lain-lain, konfirmasi ke Kogabwilhan saja. Thanks,” pungkasnya.

Galeripapua.com telah mengirimkan pesan konfirmasi ke Kapenkogabwilhan III, Kolonel Inf Winaryo, pada Senin (26/5/2025). Namun, hingga berita ini dinaikkan, Winaryo belum juga memberikan tanggapan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Berita Terbaru