Drama Video Edison Gwijangge: Antara Ancaman, Settingan, dan Fitnah

Endy Langobelen

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edison Gwijangge, mantan Penjabat Bupati Nduga periode 2023–2024. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TikTok Edison Gwijangge)

Edison Gwijangge, mantan Penjabat Bupati Nduga periode 2023–2024. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TikTok Edison Gwijangge)

NDUGA – Sebuah rekaman suara yang bocor ke publik memperlihatkan sisi lain dari munculnya video pernyataan Edison Gwijangge yang sempat viral di media sosial pada pertengahan Juni 2025.

Mantan Penjabat Bupati Nduga itu menanggapi tuduhan serius dari juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Namun, fakta-fakta baru kini menyibak adanya skenario komunikasi yang disusun rapi—dan menimbulkan polemik lebih besar.

Rekaman yang Menguak Settingan

Dalam rekaman suara yang beredar luas, seorang yang diduga berinisial AS, yang disebut sebagai mantan aparat keamanan dan mantan pejabat di Nduga, terdengar memberikan arahan kepada seseorang terkait pembuatan dan publikasi video Edison Gwijangge.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Edi diancam, keluarganya diancam… Jadi saya mau dia bikin video, bilang ke Menhan, bantah isu Rp25 miliar, dan tegaskan tidak ada jabatan atau uang,” ujar AS dalam rekaman itu.

AS juga menyebut bahwa video tersebut rencananya akan disebarluaskan melalui YouTube, Instagram, hingga TikTok.

Edison Gwijangge bersama beberapa sosok lainnya. (Foto: Istimewa/sahabatnews.id)
Edison Gwijangge bersama beberapa sosok lainnya. (Foto: Istimewa/sahabatnews.id)

Bahkan, isi narasi telah disiapkan: mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertahanan, membantah isu perjanjian Rp25 miliar dengan Egianus Kogoya, dan menyerang balik pernyataan Sebby Sambom.

Tak hanya itu, dalam dialog tersebut muncul nama-nama lain seperti Sebby Sambom, Yanili, dan Nyamuk Karunggu—nama terakhir disebut sebagai pihak yang sering membuat tulisan mengatasnamakan jubir OPM, Sebby Sambom, meskipun klaim itu langsung dibantah oleh yang bersangkutan.

Baca Juga :  Aktivis Mimika Desak Perda Khusus Lindungi Komoditas Lokal, Ancam Aksi Besar

Pernyataan Edison: Membantah dan Mengancam Balik

Pada 17 Juni 2025, video Edison Gwijangge benar-benar muncul ke permukaan melalui akun TikTok @edison.nggwijangg.

Edison Gwijangge, mantan Penjabat Bupati Nduga periode 2023–2024. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TikTok Edison Gwijangge)
Edison Gwijangge, mantan Penjabat Bupati Nduga periode 2023–2024. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TikTok Edison Gwijangge)

Dalam video itu, Edison membantah tiga poin utama yang dilontarkan Sebby Sambom pada 6 Juni lalu. Tuduhan-tuduhan itu yakni sebagai berikut.

Pertama, tuduhan bahwa dirinya menjanjikan dana Rp25 miliar kepada Egianus Kogoya untuk membebaskan pilot Susi Air.

Kedua, penetapan dirinya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh TPNPB-OPM.

Ketiga, ancaman pembunuhan terhadap dirinya, keluarga, dan tim kerja oleh Egianus atas perintah Sebby.

“Pernyataan itu tidak benar, dan sangat berbahaya bagi kedamaian di Tanah Papua,” tegas Edison.

Ia bahkan memperingatkan Sebby agar segera mencabut ancaman tersebut, atau akan mendapat “kutukan moral dan sosial.”

Sebby Sambom: “Itu Semua Paksaan”

Tak butuh waktu lama setelah rekaman suara AS beredar, juru bicara OPM Sebby Sambom merespons.

Ia menyebut seluruh pernyataan Edison di video tersebut bukan berasal dari hati nurani, melainkan hasil tekanan dan paksaan yang diskenariokan oleh AS.

Baca Juga :  Tolak Sawit, Masyarakat Adat Bubarkan Sosialisasi PT ASI di Sorong Selatan
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TPNPB-OPM)
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TPNPB-OPM)

“Semua pernyataan Edison Gwijangge adalah hasil settingan oleh anggota bernama AS,” kata Sebby dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (26/6/2025).

Sebby juga merujuk pada rekaman suara yang bocor sebagai bukti kuat adanya intervensi militer dalam upaya mengatur opini publik dan melemahkan perjuangan bersenjata mereka.

Nyamuk Karunggu: “Saya Difitnah”

Kecaman terhadap AS juga datang dari Nyamuk Karunggu—yang dalam rekaman disebut sebagai adik dari Yanili dan pihak yang aktif menyebarkan tulisan mengatasnamakan Sebby Sambom.

Nyamuk Karunggu adalah seorang penulis, aktivis, dan pendiri Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru Nduga Papua. (Foto: Istimewa/Karungguwene.com)
Nyamuk Karunggu adalah seorang penulis, aktivis, dan pendiri Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru Nduga Papua. (Foto: Istimewa/Karungguwene.com)

Melalui surat terbuka tertanggal 19 Juni 2025, Nyamuk membantah keras keterlibatannya. Ia mengaku tidak pernah menulis pernyataan atas nama Sebby Sambom, dan menyebut tudingan itu sebagai bentuk pelanggaran hak asasi serta privasi.

“Saya minta Bapak AS segera klarifikasi dan menghentikan fitnah serta intimidasi,” tulis Nyamuk.

Ia bahkan menyebut pernah menjadi target teror sejak masih menjadi mahasiswa di Universitas Mataram.

Nyamuk menuntut perlindungan dari lembaga HAM, baik nasional maupun internasional, menyusul meningkatnya tekanan yang ia alami sejak pernyataan AS beredar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari AS, Edison Gwijangge, maupun pihak aparat keamanan terkait tuduhan dan rekaman suara yang beredar.


Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai
Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIT

Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:19 WIT

Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:04 WIT

Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIT

Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT