TIFA Creative Disambut Penuh Kehangatan di Maluku Tenggara, Siap Guncang Panggung Meti Kei 2025

Endy Langobelen

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama rombongan Tifa Creative dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara di Pelabuhan Tual. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Foto bersama rombongan Tifa Creative dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara di Pelabuhan Tual. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MALUKU TENGGARA — Setelah menempuh pelayaran panjang selama lebih dari satu hari, rombongan TIFA Creative dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya tiba di Pelabuhan Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Kamis (23/10/2025) pagi.

Mereka datang menggunakan kapal Pelni KM Leuser untuk tampil dalam ajang Festival Pesona Meti Kei 2025, salah satu festival budaya bahari terbesar di Indonesia Timur.

Kehadiran TIFA Creative disambut langsung oleh Ketua Panitia Festival Pesona Meti Kei 2025, Victor E. Budhi Toffi, M.Par., bersama jajaran pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selamat datang untuk adik-adik dari Papua Tengah yang luar biasa. Kehadiran TIFA Creative ini sangat dinantikan karena sudah viral di sini. Masyarakat Kei sudah menunggu penampilan mereka,” ujar Victor Toffi dalam sambutannya di pelabuhan.

Foto bersama rombongan Tifa Creative dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara di Pelabuhan Tual. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Foto bersama rombongan Tifa Creative dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara di Pelabuhan Tual. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ia menjelaskan, festival yang telah memasuki hari keempat ini tengah menampilkan berbagai lomba dan pertunjukan budaya, mulai dari dayung sampan dragon boat hingga final Goyang Meti Kei.

Penampilan TIFA Creative dijadwalkan pada acara puncak 26 Oktober 2025 di Pantai Wisata Ngur Sarnadan, Desa Ohoililir.

Menurut Victor, undangan kepada TIFA Creative bukan tanpa alasan. Selain karena kiprah dan reputasi kelompok ini yang telah menembus berbagai event nasional, beberapa anggotanya juga memiliki darah Kei.

Baca Juga :  HUT Ke-52 Basarnas, George: Jaga Reputasi dan Pertahankan Etos Kerja

“Ini ada keterkaitan emosional. TIFA Creative membawa identitas budaya Papua yang kuat, tapi mereka juga memiliki ikatan dengan tanah Kei. Kolaborasi ini akan memberikan semangat baru bagi seniman lokal,” katanya.

Victor menambahkan, pemerintah daerah menyambut hangat kehadiran tim yang beranggotakan 13 orang tersebut. Ia berharap, interaksi antara seniman Papua dan Kei dapat menumbuhkan semangat pertukaran budaya dan memperkuat jaringan kreatif lintas daerah.

Dari pelabuhan, rombongan kemudian menuju Desa Ohoililir untuk menyatu dengan masyarakat setempat. Mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Ohoililir, Yance Letsoin, dan warga desa yang menantikan kehadiran tim seni dari Papua tersebut.

Kepala Desa Ohoililir, Yance Letsoin, menerima rombongan TIFA Creative. (Foto:Galeri Papua/Endy Langobelen)
Kepala Desa Ohoililir, Yance Letsoin, menerima rombongan TIFA Creative. (Foto:Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ketua Umum TIFA Creative, Dina Merani, dan Art Director, Alfo Smith, memimpin rombongan yang terdiri dari 10 penari. Mereka pun turut menghibur dan mengajak masyarakat untuk menari bersama dalam tarian seka di Pantai Wisata Ngur Sarnadan, Desa Ohoililir.

Sementara itu, dalam penampilan puncaknya nanti pada puncak acara, TIFA akan menampilkan karya unggulan berjudul Tari Pangkur Sagu — sebuah pertunjukan yang memadukan unsur budaya Papua dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei.

Baca Juga :  Lolos Kurasi KEN, TIFA 2024 Bakal Lebih Menarik dengan Khazanah Budaya yang Luas

“Tari ini kami pilih karena punya makna yang dekat dengan tema Meti Kei. Saat laut surut, masyarakat Kei mencari ikan, lalu makan bersama dengan sagu atau papeda — simbol kesatuan antara laut dan daratan,” jelas Alfo Smith sebelumnya di Timika.

Meski berangkat dengan biaya mandiri dan dukungan keluarga, semangat TIFA Creative tidak surut. Mereka bahkan menggalang dana secara kreatif, termasuk berjualan kue lontar untuk menutup biaya keberangkatan.

“Ini perjalanan yang penuh makna. Kami ingin menunjukkan bahwa seni bisa menjadi jembatan lintas daerah, dan Papua bisa hadir membawa warna baru di panggung nasional,” tambah Alfo.

Penari TIFA Creative mengajak masyarakat Maluku Tenggara menari tarian seka bersama. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Penari TIFA Creative mengajak masyarakat Maluku Tenggara menari tarian seka bersama. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Festival Pesona Meti Kei sendiri merupakan perayaan tahunan fenomena alam “meti”, ketika air laut surut jauh hingga menyingkap hamparan pasir putih yang luas. Momentum ini menjadi simbol kesuburan laut dan kehidupan masyarakat pesisir Kei.

Dengan semangat kolaborasi budaya, kehadiran TIFA Creative diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan wisatawan yang memadati Maluku Tenggara pekan ini.

“Kami percaya, Meti Kei bukan sekadar festival, tetapi panggung pertemuan budaya yang menyatukan timur Indonesia dalam satu irama,” tutup Victor Toffi.

Festival Pesona Meti Kei 2025 digelar 20–27 Oktober di berbagai titik di Kabupaten Maluku Tenggara, dengan puncak acara di Pantai Ngur Sarnadan, Desa Ohoililir.

Tahun ini, festival mengusung semangat “Akselerasi Pembangunan Pariwisata Maluku Tenggara Menuju Destinasi Regenerative Tourism yang Berkelanjutan”, yang menampilkan menampilkan parade budaya, kuliner, hingga kolaborasi seni antar-daerah seperti Papua dan Kei.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua
SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana
Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai
Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika
Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi
Lomba Rakyat di Waena, Pemuda Heram dan Kepala Suku Ohee Hidupkan Semangat HUT ke-81 RI
Lanal Timika Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Semarak HUT RI ke-81, Lomba Puisi Dorong Siswa SLB Papua Tengah Berani Berkarya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIT

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:15 WIT

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:57 WIT

Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT