Peringati Hari Otsus, Massa Kepung DPRK Mimika Tuntut Perlindungan Komoditas Lokal

Ahmad

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK Mimika, dalam rangka memperingati hari Otsus, Jumat (21/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Massa saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK Mimika, dalam rangka memperingati hari Otsus, Jumat (21/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Ratusan anggota Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika pada Jumat (21/11/2025).

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Khusus (Otsus) itu berlangsung dengan pengawalan ketat oleh aparat Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Pelopor.

Pantauan media ini menunjukkan massa bergerak dari dua arah, yakni Bundaran Mimika Smart City dan Jalan Cenderawasih dari arah SP2, sebelum akhirnya bergabung dan berkumpul di depan gerbang DPRK Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di lokasi, mereka langsung menggelar orasi serta membentangkan sejumlah spanduk dan poster bernada kritik.

Baca Juga :  Petugas DLH Mimika Dianiaya, Pj Bupati Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku

Beberapa di antaranya bertuliskan “24 Tahun Kegagalan Otsus, Selamatkan Komoditi Lokal di Seluruh Tanah Papua”, “24 Tahun Otsus Ada di Mana?”, hingga pesan mendesak legislatif Papua: “DPRD, DPRK dan MRP Segera Buat Undang-undang Daerah di Setiap Daerah 7 Wilayah Adat”.

Di tengah kerumunan massa, sejumlah mama-mama Papua tampak membawa hasil kebun seperti sayur, ubi, kacang tanah, hingga pinang.

Mereka menegaskan tuntutan perlindungan komoditas pangan lokal bagi mama-mama Orang Asli Papua (OAP), yang menurut mereka semakin terdesak oleh dominasi pedagang pendatang.

Koordinator aksi, Yoki Sondegau, dalam orasinya menyebut 24 tahun implementasi Otsus belum memberikan perubahan signifikan, terutama dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga :  7 Bulan Penerbangan ke Alama Mimika Tutup, Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah

“Selamatkan komoditi lokal di seluruh Tanah Papua,” serunya.

Ia juga menyinggung maraknya pedagang non-OAP yang dianggap memonopoli penjualan komoditas lokal.

“Masa mama-mama punya jualan (komoditi lokal) juga mereka mau monopoli semua?” ujarnya.

Aksi yang berlangsung sekitar satu jam di luar pagar akhirnya berlanjut ke dalam halaman kantor DPRK Mimika setelah massa diizinkan masuk.

Mereka mendesak anggota dewan hadir untuk menerima aspirasi secara langsung.

Tak lama kemudian, Anggota DPRK Mimika Adrian Andhika Tie datang menemui pengunjuk rasa. Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dan para orator terus menyuarakan tuntutan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya
Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika
Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon
Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK
Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak
LMA dan FPHS Tsingwarop Kritik Menteri HAM, Desak Tak Ikut Campur Urusan Pengalihan Dana 10 Persen dari Freeport
Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!
Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:13 WIT

Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya

Minggu, 6 September 2026 - 21:16 WIT

Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika

Kamis, 3 September 2026 - 22:20 WIT

Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:38 WIT

Bawa 27 Tuntutan, Mahasiswa dan Warga Mimika Demo di Kantor DPRK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:55 WIT

Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT