MIMIKA — PT Pelni memastikan kesiapan armada untuk menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Tiga kapal diturunkan untuk melayani masyarakat, masing-masing KM Tatamailau, KM Sirimau, dan Sabuk Nusantara 75.
Kepala Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir, menegaskan bahwa penyesuaian armada dilakukan menyusul KM Leuser yang sementara dialihkan untuk membantu pelayanan di daerah lain.
“Sementara KM Leuser dipakai diperbantukan seperti biasa lah seperti tahun-tahun yang lalu. Jadi Timika hanya dapat Sirimau, Tatamailau dan Sabuk Nusantara 75,” ujar Rachmansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/11/2025).
Meski hanya mengandalkan tiga kapal, ia optimistis layanan tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama karena jalur paling padat tetap didominasi tujuan Tual, Maluku.
“Saya rasa ini cukup, karena penumpang paling banyak biasanya tujuan Tual, Maluku. Mau natalan, mau lebaran sama saja,” katanya.
Stimulus 20 Persen untuk Penumpang Masih Tunggu Keputusan Pusat
Rachmansyah juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah membahas kebijakan stimulus berupa potongan tarif 20 persen untuk penumpang kapal laut pada periode Nataru.
Pelni Timika kini menunggu instruksi resmi terkait mekanisme pelaksanaannya.
“Kita lagi tunggu sekarang. Itu namanya stimulus, mungkin 20 persen, tapi kalo untuk tiket gratis tidak ada, ini lagi tunggu kementerian atur skema,” jelasnya.
Kebijakan tersebut diperkirakan berlaku secara nasional mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan diberlakukan untuk seluruh armada Pelni.










