MIMIKA — Respons Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menyalurkan bantuan bagi warga pengungsi di Distrik Jila mendapat apresiasi dari tokoh pemuda setempat.
Bantuan tersebut dinilai krusial untuk mencegah krisis pangan di tengah keterisolasian wilayah pasca operasi keamanan.
Tokoh Pemuda Distrik Jila, Elly Dolame, mengapresiasi langkah Pemkab Mimika yang menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) bagi masyarakat pengungsi korban operasi militer.
Elly terlibat langsung mengawal proses distribusi bantuan dari Kota Timika menuju Distrik Jila selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Desember 2025.
Kepada media ini, Jumat (2/1/2026), Elly menjelaskan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai 32 ton, terdiri dari beras, telur, mi instan, bumbu dapur, sabun mandi, dan kebutuhan pokok lainnya.
Menurut Elly, bantuan tersebut sangat berarti, terutama di tengah keterbatasan akses logistik saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2025–2026.
Ia menilai kehadiran pemerintah menjadi penyelamat bagi warga yang terpaksa mengungsi akibat situasi keamanan.
Bantuan itu, lanjut Elly, telah dibagikan kepada seluruh masyarakat pengungsi yang tersebar di tiga kampung di sekitar ibu kota Distrik Jila.
“Saya mewakili masyarakat dan juga Tim sangat bersyukur dan berterima kepada Bupati dan wakil Bupati Mimika dengan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan lebih khusus Bapak Frans Kambu yang mana kawal hingga pembagian bama selesai,” lanjutnya.
“Bantuan ini sangat membantu sekali,” imbuhnya.
Gelombang pengungsian di Distrik Jila diketahui terjadi pasca operasi penyisiran aparat keamanan terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM pada 10 Desember 2025.
Situasi tersebut memicu ketakutan warga sehingga meninggalkan rumah, ternak, serta kebun yang menjadi sumber utama penghidupan.
Akibatnya, masyarakat terisolasi dan aktivitas layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, serta pemerintahan distrik lumpuh. Akses terhadap pasokan bahan makanan pun menjadi sangat terbatas.
Elly menyampaikan bahwa hingga kini para pengungsi masih bertahan di lokasi pengungsian dan belum kembali ke kampung halaman masing-masing. Meski demikian, ia memastikan kondisi keamanan di Distrik Jila saat ini terpantau kondusif.










