Pesawat Susi Air Terbakar di Nduga, Polisi Dalami Penyebabnya

Selasa, 7 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Susi Air register PK-BVY yang terbakar di bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa (7/2/2023).

Pesawat Susi Air register PK-BVY yang terbakar di bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa (7/2/2023).

NDUGA – Pesawat Susi Air register PK-BVY terbakar bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa (7/2/2023) sekira pukul 09.12 waktu setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat tersebut dipiloti oleh Captain Philips, seorang pilot asal Selandia Baru.

Pesawat yang membawa lima penumpang dengan dengan total muatan sebanyak 452 itu diketahui take off dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju lapter Paro sekitar pukul 05.33 waktu Timika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara tepat pukul 06.17 waktu setempat, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Paro. Kemudian pada pukul 09.12, pesawat tersebut diinformasikan terbakar.

Baca Juga :  2 Senpi AK-47 Milik Polres Paniai Hilang saat Diserang KKB

Dari data terakhir GPS, sebelumnya pesawat telah mendarat di Paro, tetapi pilot terus berjalan sejauh 1 kilometer dari airstrip. 

“Sampai saat ini informasi yang confirm adalah pesawat landing dengan aman di airstrip [bandara] Paro, 2,5 jam kemudian ELT aktif dan confirm pesawat dibakar,” ujar Direktur Susi Air Nadine Kaiser kepada Bisnis, Selasa (7/2/2023).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo, menyebutkan saat ini pihaknya masih mendalami penyebab terbakarnya pesawat perintis Susi Air.

Baca Juga :  Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

“Tim juga akan mendalami terkait murni atau tidaknya kecelakan yang menyebabkan terbakarnya pesawat Pilatus Porter Susi Air tersebut atau diduga dibakar oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Benny dalam keterangannya, Selasa (7/2/2023).

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pesawat itu dibakar dan ditahan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga Pimpinan Egianus Kogoya karena wilayah itu masuk dalam markas mereka.

Benny menuturkan bahwa aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dari Operasi Damai Cartenz, personel Polres Nduga dan rekan-rekan TNI akan melakukan investigasi terkait kondisi Pilot beserta seluruh penumpang pesawat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:09 WIT

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIT

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:25 WIT

Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT