Kesbangpol Mimika Ingatkan Ormas Tak Boleh Terlibat Politik Praktis

Ahmad

Senin, 26 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika, Yan Slamet Purba. (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika, Yan Slamet Purba. (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

MIMIKA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 menjadi panggung demokrasi bagi masyarakat lokal di setiap daerah termasuk di Kabupaten Mimika guna menentukan sosok pilihan yang akan menjadi pemimpin daerah.

Pilkada serentak 2024 akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024. Berbagai tahapan kini mulai dilaksanakan. Tahapan pendaftaran calon kepala daerah sendiri akan dibuka mulai tanggal 27—29 Agustus 2024.

Pesta demokrasi lima tahunan ini juga kerap tak luput dari berbagai kepentingan, baik dari oknum-oknum politik, hingga orang-orang yang menggeluti dunia organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak jarang, organisasi kemasyarakatan (Ormas) pun bisa menjadi kambing hitam politik oleh oknum tertentu sebagai senjata atas kepentingan.

Baca Juga :  Sembilan Anggota DPRK Mimika Jalur Otsus Resmi Dilantik

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Yan Slamet Purba, mengingatkan kepada setiap Ormas yang ada di Kabupaten Mimika agar tidak terlibat langsung dengan politik praktis dalam Pilkada serentak 2024.

Yan menegaskan, setiap organisasi tentu memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dimana di dalamnya terdapat pasal-pasal yang menjadi kiblat serta menentukan arah kebijakannya masing-masing.

Ia menegaskan, oknum politik yang juga mungkin sebagai pengurus Ormas yang sudah bertarung dalam politik maupun yang hendak melibatkan diri agar tidak mencatut nama Ormas.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Fokuskan Program Prioritas di Tahun 2026 Buntut Penurunan APBD

“Jadi, kalau individunya silakan tapi organisasinya tidak boleh,” tegasnya saat ditemui, Senin (26/8/2024).

Jika ditemukan adanya oknum yang melanggar dan sengaja menjual nama organisasi demi kepentingan politik, maka akan dilaporkan secara berjenjang sebelum akhirnya ditindaklanjuti.

Yan berharap agar situasi di Kabupaten Mimika selama pelaksanaan Pilkada 2024 dapat berjalan aman dan damai.

Ia juga berharap, dengan adanya beragam perbedaan serta warna-warni budaya yang mendiami Mimika dapat menjadikan perbedaan sebagai wadah untuk mempersatukan sesama dan bukan malah memecah belah.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Layanan Jempol Adminduk Datang ke Pesisir Mimika, Warga Kampung Wumuka Menyambut Lega
Sambut HUT ke-30 Mimika, Disdukcapil Gelar Nikah Massal OAP dan Layanan Adminduk di Pesisir
Warga Ditikam Saat Didatangi Pembeli di Yahukimo
Eskalasi Kekerasan Meningkat, DPD Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Papua
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 22:22 WIT

Saat Layanan Jempol Adminduk Datang ke Pesisir Mimika, Warga Kampung Wumuka Menyambut Lega

Minggu, 20 September 2026 - 19:24 WIT

Sambut HUT ke-30 Mimika, Disdukcapil Gelar Nikah Massal OAP dan Layanan Adminduk di Pesisir

Sabtu, 19 September 2026 - 21:00 WIT

Warga Ditikam Saat Didatangi Pembeli di Yahukimo

Jumat, 18 September 2026 - 00:13 WIT

Eskalasi Kekerasan Meningkat, DPD Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Papua

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Berita Terbaru