Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Ahmad

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidarias Rakyat Mimika Peduli Konflik di depan Kantor DPRK Mimika, Rabu (7/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

i

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidarias Rakyat Mimika Peduli Konflik di depan Kantor DPRK Mimika, Rabu (7/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Dalam rangka menyikapi konflik yang berkepanjangan di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, puluhan warga dari Solidaritas Rakyat Mimika Peduli Konflik melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Rabu (7/1/2026).

Dalam aksi tersebut, warga terlihat membentangkan sebuah spanduk bertuliskan, “Pemda Mimika harus bertanggung jawab atas konflik berkepanjangan di Kwamki Narama”.

Awalnya, aksi ini hendak digelar di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika. Namun hingga menjelang siang, tak ada pergerakan setelah berdialog dengan sejumlah anggota DPRK.

Amianus Uamang selaku negosiator massa aksi mendesak semua pihak yang berkepentingan di Mimika untuk segera menyelesaikan konflik di Kwamki Narama.

Ia menyampaikan, semua masyarakat merindukan kedamaian tercipta di Kabupaten Mimika, termasuk di Kwamki Narama yang saat ini sedang bersitegang dengan konflik dua kelompok warga.

Baca Juga :  Perusahaan dan Pemerintah Tak Lakukan Restorasi Lahan Gambut di Papua Barat

“Saya bersama abang-abang dari pendatang kami rindu tanah Timika damai. Kami tidak tuntut yang lain,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan di Distrik Kwamki Narama tanpa memandang perbedaan.

Dengan tegas, ia menyampaikan agar Bupati Mimika serta seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan hal ini sebagai perhatian bersama.

Mengingat, kasus ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan sudah menelan 11 korban jiwa. Selain itu, puluhan orang lainnya luka-luka akibat konflik tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah untuk menyikapi konflik Kwamki Narama.

Baca Juga :  Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua

“Pemerintah daerah selama dua hari berturut-turut sudah menggelar pertemuan untuk mencari solusi terkait penyelesaian konflik di Kwamki Narama,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan bahwa hari ini jajaran dewan juga akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Puncak dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang pertemuan DPRK Mimika sebagai upaya untuk mencarikan solusi terbaik terhadap penyelesaian konflik tersebut.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa tetap bertahan di sekitar kawasan Kantor DPRK untuk mengikuti secara seksama kegiatan RDP. Mereka juga ingin menyerahkan dokumen aspirasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

Beberapa waktu berselang, rencana RDP dipindahkan ke pendopo kediaman bupati, rumah negara, SP3. Massa pun bersama-sama dengan anggota DPRK bergerak menuju lokasi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Tokoh Pemuda di Mimika Desak Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIT

Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT