Aksi di Jayapura: KNPB Minta Pemerintah Tutup Freeport dan Beri Hak Referendum Papua

Endy Langobelen

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KNPB melakukan aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, dalam momen Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB)

KNPB melakukan aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, dalam momen Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB)

JAYAPURA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demonstrasi di Jayapura pada Rabu (24/9/2025) bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.

Dalam aksinya, KNPB menilai pemerintah Indonesia terus mengabaikan hak-hak masyarakat adat dan kaum tani Papua, serta menempatkan kepentingan investasi di atas keselamatan warga dan lingkungan.

Ketua Umum KNPB, Agus Kossay, mengatakan peringatan Hari Tani seharusnya menjadi momentum refleksi atas ketidakadilan yang dialami masyarakat adat Papua sejak tahun 1963 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konflik kepemilikan tanah sejak 1963 antara Pemerinatah Indonesia dan rakyat West Papua terus terjadi di seluruh wilayah West Papua sampai tahun 2025 yang mana pemerintah selalu tidak berpihak pada rakyat Papua sebagai pemilik sumber daya alam Papua,” ujar Agus Kossay dalam siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Rabu malam.

Kritik terhadap investasi dan tambang

Menurut Agus, keberadaan perusahaan raksasa seperti PT Freeport Indonesia di Mimika, ladang minyak di Sorong, gas di Bintuni, hingga proyek sawit di Merauke, telah merampas ruang hidup masyarakat adat.

“Sungai-sungai tercemar limbah tambang, hutan-hutan adat diratakan, dan masyarakat lokal terus kehilangan hak atas tanah dan ruang hidup,” katanya.

Baca Juga :  Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan

Ia menegaskan bahwa pola pengelolaan sumber daya alam di Papua menempatkan keuntungan perusahaan di atas keselamatan manusia dan ekologi.

KNPB melakukan aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, dalam momen Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB)
KNPB melakukan aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, dalam momen Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB)

“Seluruh perusahaan tambang di Papua bukan hanya perusahaan tambang biasa, tetapi bagian dari mesin kolonial yang memanfaatkan sumber daya alam Papua dan tenaga kerja murah untuk keuntungan global,” tambah Agus.

Tuntutan politik KNPB

Dalam pernyataan sikapnya, KNPB menyampaikan 14 poin tuntutan. Di antaranya menuntut pemerintah menutup seluruh perusahaan tambang dan investasi di Papua, menghentikan pengerahan militer, membebaskan tahanan politik, dan membuka akses jurnalis asing.

“Pemerintah Indonesia segera menutup semua perusahaan asing dan nasional di Papua dan membuka ruang demokrasi untuk menentukan nasib sendiri melalui mekanisme referendum sebagai solusi damai dan demokratis bagi rakyat Bangsa Papua Barat,” tegas Agus Kossay.

Selain itu, KNPB menolak kehadiran Presiden Prabowo Subianto di forum internasional, termasuk di PBB.

“Kehadiran Prabowo di PBB hanya akan digunakan untuk menutupi kolonialisme Indonesia di Papua dan memoles citra rezim militeris yang terus membunuh rakyatnya sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Penerbangan ke Hoya Tutup: Layanan Pendidikan dan Kesehatan Lumpuh, Akses Bama Sulit
KNPB melakukan aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, dalam momen Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB)
KNPB melakukan aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, dalam momen Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB)

Sorotan internasional

Agus juga mengingatkan bahwa Forum Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF) telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas situasi HAM di Papua.

Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR), kata dia, sejak 2018 mencatat adanya pola pembunuhan di luar hukum, penangkapan sewenang-wenang, dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.

Lebih dari sepuluh negara, lanjutnya, juga telah mendesak Indonesia dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) 2022 untuk membuka akses internasional ke Papua dan menghentikan impunitas.

Desakan terhadap Freeport

Khusus terkait kecelakaan tambang di Mimika baru-baru ini, Agus Kossay meminta Freeport segera bertanggung jawab.

“Manajemen PT Freeport Indonesia segera evakuasi secara terbuka tujuh karyawan yang tertimbun, dengan jaminan keselamatan dan perawatan medis penuh,” ujarnya.

Ia juga menyerukan perlawanan yang lebih luas terhadap operasi Freeport di Papua.

“Rakyat Bangsa Papua menyerukan kepada solidaritas untuk perlawanan luas tanpa batas terhadap PT Freeport Indonesia,” tegasnya.

Aksi KNPB di Jayapura ini ditutup dengan seruan agar pemerintah Indonesia menghentikan kebijakan yang dianggap kolonial dan memberi kesempatan rakyat Papua menentukan masa depannya

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus
Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK
Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat
Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz
Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab
Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan
Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian
Koordinator Pendulang Mimika Buka Suara soal Toko Emas Tutup dan Isu Deal-dealan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:40 WIT

Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus

Senin, 9 Maret 2026 - 15:12 WIT

Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:59 WIT

Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:52 WIT

Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:17 WIT

Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/