MIMIKA – Anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Apiriyu, Kampung Pigapu mengikuti pelatihan penyusunan rencana bisnis kelompok usaha Ekowisata Mangrove Pigapu, di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua Tengah, Selasa (14/5/2024).
Community Development Yayasan Ekologi Sahul Lestari, Simon Perez menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan melakukan supervisi penyusunan dokumen Rencana Pengembangan Usaha Ekowisata Mangrove Pigapu yang dikerjakan oleh konsultan.
Simon mengatakan, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai wadah peningkatan kapasitas SDM bagi anggota kelompok Usaha Apiriyu terkait Rencana Pengembangan Usaha Ekowisata Mangrove.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu juga, untuk memastikan partisipasi perempuan dan anak muda secara aktif dalam pelatihan Rencana Pengembangan Usaha dan Pemasaran bagi KUPS.
“Sehingga teman-teman kelompok usaha mereka bisa mempunyai suatu dokumen dasar dalam menggerakkan usaha Ekowisata mereka ke depannya. Ini pelatihan sekaligus teman-teman melakukan penyusunan dokumennya,” ungkap Simon.
KUPS Apiriyu sendiri merupakan salah satu kelompok usaha dibawah Lembaga Desa (LD) Pigapu, yang bergerak dengan memanfaatkan potensi hutan desa khususnya jasa lingkungan Ekowisata Mangrove.
Simon menjelaskan, suatu usaha yang akan dibangun, dikembangkan dan dijalankan harus memiliki perencanaan bisnis sebagai dasar.
Oleh karena itu, kata Simon, salah satu cara agar suatu bisnis atau usaha tidak mengalami stagnansi bahkan penurunan adalah dengan melakukan sebuah evaluasi bisnis dengan proses yang terus menerus dan saling berkesinambungan.
KUPS Apiriyu (Ekowisata Mangrove) telah dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah Nomor 522/139/DLHKP/VI/2023.
Mereka disebutnya belum memiliki Rencana Bisnis pengembangan ekowisata mangrove yang akan digunakan sebagai dasar dalam membangun, mengembangkan dan menjalankan usaha, sehingga perencanaan bisnis merupakan hal penting yang merupakan pokok dari bisnis atau usaha yang harus dimiliki oleh KUPS Apiriyu pada LD Pigapu.
Simon berharap, kegiatan ini nantinya menghasilkan dokumen Rencana Pengembangan usaha Ekowisata Mangrove Pigapu kelompok usaha Apiriyu dan meningkatnya kapasitas SDM anggota KUPS dalam memahami Penyusunan Rencana Pengembangan Usaha dan Pemasaran Ekowisata Mangrove.
Selain itu juga agar adanya partisipasi perempuan dan anak muda secara aktif dalam Pelatihan Penyusunan Rencana Pengembangan Usaha dan Pemasaran bagi KUPS.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Ekologi Sahul Lestari (YESL) melalui program Perhutanan Sosial Perempuan dan Generasi Muda (PS-PGM) yang dengan dukungan Packard Foundation yang bertujuan untuk membuat suatu perencanaan bisnis yang baik sebagai dasar suatu bisnis atau usaha.
YESL dalam kegiatan ini menggandeng konsultan dari Marhani Digital sebagai narasumber.















