BKSDA Bersama PTFI Lepasliarkan 163 Satwa Endemik Papua di Hutan Iwawa Nayaro

Jumat, 10 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua 
bersama PT Freeport Indonesia melakukan pelepasan liar 163  ekor satwa endemik yang dilindungi di Hutan Iwawa Nayaro Mimika Papua, Rabu (8/6/2022).

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua bersama PT Freeport Indonesia melakukan pelepasan liar 163 ekor satwa endemik yang dilindungi di Hutan Iwawa Nayaro Mimika Papua, Rabu (8/6/2022).

Timika – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua melakukan pelepasan liar 163 ekor satwa endemik yang dilindungi di Hutan Iwawa Nayaro Mimika Papua, Rabu (8/6/2022).

Pelepasan satwa tersebut dilakukan bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah penandatanganan berita acara di Balai Reklamasi PTFI MP 21.

Adapun satwa yang dilepaskan yakni hewan Labi-labi moncong babi (carettochelys insculpta) dan Kasuari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Labi-labi berjumlah 161 ekor. 1 ekor merupakan penyerahan dari masyarakat, sedangkan 160 ekor adalah trans lokasi dari Sumatera Barat. Sementara kasuari berjumlah 2 ekor, diserahkan langsung oleh masyarakat.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BBKSDA Papua, Bambang H Lakuy kepada wartawan mengatakan bahwa satwa Labi-labi tersebut merupakan hasil tangkapan dari Reskrim Polda Sumbar beserta Polri.

“Labi-labi ini hasil tangkapan dari Reskrim polda Sumbar dan teman-teman Polri, proses penangkapan 7 maret dengan 472 ekor, pengiriman sampai Timika 167. 39 diantaranya kurang fit sehingga pada masa habituasi di sini, yang 167 ekor itu tersisa 160, 7 ekor mati. Dan 1 yang besar dari penyerahan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Plt Sekda Mimika Minta OPD Fokus Tingkatkan Serapan Anggaran

Dikatakan juga bahwa dalam masa Habituasi yang dilakukan dari tanggal 28 Mei hingga pelepasan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemilik ulayat.

“Habituasi dari 28 Mei sampai hari ini, jadi sekitar 12 hari, dan dalam proses pelepasan ini kami terus komunikasi dengan yang punya ulayat,” katanya.

Di samping itu, General Foreman Biodiversity PTFI, Kukuh Indra Kusuma mengatakan bahwa PTFI juga senantiasa ikut turut serta dalam upaya konservasi satwa Papua.

“Kami saat ini berfokus pada satwa-satwa endemik, termasuk Labi-labi moncong babi dan kasuari . Di sini peran kita adalah mendukung BKSDA dalam hal yang tidak bisa di-cover oleh BKSDA,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa setiap satwa endemik seperti Labi-labi yang diselundupkan ke luar Papua nantinya akan dikembalikan menggunakan transportasi yang didukung oleh PTFI.

“Biasanya kami akan cek apakah satwa itu layak dilepasliarkan atau belum. Jika belum layak, akan diberikan perawatan. Dan itu kami sudah kerja sama dengan Dinas Peternakan untuk memberi perawatan,” katanya.

Baca Juga :  Sosialisasi KTP Digital, Disdukcapil Mimika: 10.869 Warga Sudah Aktivasi

Kemudian, lanjut dia, apabila satwa tersebut sudah layak dilepasliarkan, maka PTFI akan mengakomodir kegiatan pelepasliaran itu mulai dari transportasi, akomodasi dan lain sebagainya.

Untuk Kasuari, terang dia, sebelum dilepaskan pihaknya akan terlebih dahulu melihat apakah Kasuari tersebut takut terhadap manusia atau tidak. Kasuari pun akan diberikan makanan campuran dari makanan lokal dan makanan hutan.

“Kalau Kasuari terbiasa dengan makanan lokal seperti pisang, maka nanti makanan tersebut bakal dicampur dengan makanan hutan mulai dari 5 persen, 10 persen, 40 persen hingga akhirnya betul-betul mengenal makanan hutan. Setelah itu baru bisa dilepasliarkan,” terangnya.

“Sebelumnya juga sudah didatangkan dokter hewan untuk memastikan kondisi satwa tersebut benar-benar layak dilepasliarkan. Mulai dari kondisi kesehatan, makanan, habitatnya, dan kebiasaannya. Semua sudah kita assessment kemarin, dan semuanya memang sudah layak dilepasliarkan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertijab Wania: Ria Mandiwa Lanjutkan Program, Sorotan pada Bantuan Rumah OAP
Lenis Kogoya Dorong Pelibatan Masyarakat Adat Kelola Dapur MBG di Papua Tengah
Usai RDP, DLH Mimika Siapkan BPJS JHT dan Tambahan APD untuk Petugas Kebersihan
Persido Dogiyai Tahan Persipuja 0-0, Bidik Kemenangan atas Persintan
Musrenbang RKPD 2026 Distrik Kwamki Narama Himpun 167 Usulan Program Pembangunan
Menanti Strategi Jitu Pembangunan Distrik Jita dari Hasil Musrenbang 2026
Musrenbang Distrik Jita, Fransiskus Bokeyau Tekankan Skala Prioritas Pembangunan 2026
Musrenbang 2026, Kelurahan Otomona Usulkan 16 Program Pembangunan, Prioritas Infrastruktur

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 21:21 WIT

Sertijab Wania: Ria Mandiwa Lanjutkan Program, Sorotan pada Bantuan Rumah OAP

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:07 WIT

Lenis Kogoya Dorong Pelibatan Masyarakat Adat Kelola Dapur MBG di Papua Tengah

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:16 WIT

Usai RDP, DLH Mimika Siapkan BPJS JHT dan Tambahan APD untuk Petugas Kebersihan

Senin, 9 Maret 2026 - 23:40 WIT

Persido Dogiyai Tahan Persipuja 0-0, Bidik Kemenangan atas Persintan

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:24 WIT

Musrenbang RKPD 2026 Distrik Kwamki Narama Himpun 167 Usulan Program Pembangunan

Berita Terbaru

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/