MIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob melantik 80 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana di Hotel Serayu, Mimika, Papua Tengah, Senin (28/9/2026).
Pelantikan yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika ini dibarengi dengan pelatihan pengembangan kapasitas personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan rompi, topi, serta pengucapan sumpah janji jabatan. Anggota TRC yang dilantik berasal dari gabungan lintas sektor, meliputi organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, TNI-Polri, BUMN, perusahaan swasta, pihak distrik, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, hingga relawan kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Bupati Johannes Rettob menekankan agar seluruh personel TRC menanggalkan ego sektoral saat diterjunkan ke lokasi bencana. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama respons cepat penanganan kedaruratan.
“Seluruh unsur yang tergabung dalam tim memiliki satu tujuan yakni menyelamatkan masyarakat,” kata Bupati John.
Johannes—yang akrab disapa JR—menambahkan, keselamatan warga merupakan hukum tertinggi dalam penanganan bencana. Karena itu, perbedaan latar belakang institusi tidak boleh menghambat proses evakuasi maupun penyaluran bantuan di lapangan.
“Apapun seragam dan latar belakang instansi kita, ketika berada di lokasi bencana, tujuan kita hanya satu, menyelamatkan nyawa dan meringankan beban saudara-saudara kita di Mimika,” katanya.
Langkah pembentukan dan pelatihan TRC ini diambil menyusul tingginya potensi bencana alam akibat dinamika cuaca global, seperti dampak fenomena El Nino yang memicu gempa bumi, banjir, hingga kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
JR meminta TRC tak bekerja terisolasi. Ia menginstruksikan adanya dukungan penuh dari sinergi OPD, TNI-Polri, pelaku usaha, hingga media massa agar mitigasi dan penanggulangan bencana berjalan terpadu.
“Jadi saya harapkan dukungan penuh dari OPD, TNI-Polri, dunia usaha, dan media massa agar TRC Mimika tidak bekerja sendiri,” ujarnya.
Selain konsolidasi personel, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mendorong pelatihan berkelanjutan yang diimbangi dengan pemenuhan sarana dan prasarana penunjang. Hal ini untuk memastikan petugas tidak diterjunkan dengan peralatan seadanya.
“TRC bukan sekadar formalitas. Anggota TRC adalah garda terdepan dalam pelayanan kedaruratan bagi masyarakat di Mimika,” tuturnya. Ia berharap tim ini mampu bekerja secara cepat, tepat, berani, dan tulus di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mimika, Aser K. Korwa, menjelaskan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus memperkuat manajemen koordinasi antarinstansi.
“Ini bertujuan untuk membangun sinergi dan keterpaduan antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Mimika,” tutup Aser.











