MIMIKA – Kelompok Cipayung yang terdiri dari empat organisasi kemahasiswaan yakni PMII, PMKRI, GMNI, dan GMKI, secara tegas menyampaikan imbauan dan ajakan kepada seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Mimika untuk bersatu dan mendukung pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) DPD KNPI Kabupaten Mimika sebagai langkah awal menuju rekonsiliasi dan penyatuan dua kubu kepengurusan KNPI Mimika saat ini.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin malam (16/6/2025) di Timika, Papua Tengah, empat pimpinan organisasi yang tergabung dalam Cipayung Mimika menegaskan pentingnya meletakkan ego pribadi dan kepentingan kelompok demi satu kepemimpinan yang solid dan visioner di tubuh DPD KNPI Mimika.
“KNPI harus kembali pada semangat kolektif-kolegial. Perpecahan ini tidak memberi manfaat apapun bagi pemuda Mimika. Musdalub adalah jalan tengah yang bijak, yang kami pandang sebagai momentum emas untuk menyatukan semua komponen pemuda Mimika,” ungkap Ketua PC PMII Mimika, Abdullah Rahman Bugis.
Di samping itu, Cipayung juga menyampaikan apresiasi atas respon positif dari Ketua KNPI Mimika versi Satu Nafas, Awen Magai, yang telah membuka ruang diskusi dan menyambut rencana Musdalub sebagai bentuk penghargaan terhadap dinamika dan aspirasi OKP di Mimika.
“Kami melihat respon dari Bung Awen Magai sebagai langkah maju dan dewasa dalam berorganisasi. Ini bentuk keterbukaan dan kematangan berpikir,” ujar Mandataris Formatur Tunggal Ketua Presidium PMKRI Cabang Mimika, Fichail Tusno Karubun.
“Kami berharap sikap yang sama juga bisa ditunjukkan oleh Bung Pertius Wenda untuk menjawab harapan publik dan OKP yang ingin KNPI Mimika bersatu,” imbuhnya.
Cipayung mendorong agar Ketua KNPI versi Energy of Harmony, Pertius Wenda, menyampaikan secara terbuka pandangan atau sikap terhadap rencana Musdalub ini.
Menurut mereka, sebagai pimpinan organisasi kepemudaan, Pertius perlu menunjukkan kebijaksanaan dan keterbukaan terhadap dinamika yang berkembang di tengah-tengah pemuda.
“KNPI ini adalah rumah besar semua OKP. Kami menginginkan agar Kakak Pertius juga ikut menyampaikan pandangan secara terbuka, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Bung Awen. Sebab tanpa komunikasi yang terbuka, sulit untuk menyatukan gerakan pemuda yang majemuk di Mimika,” kata Ketua GMNI Mimika, Kristiforus Toffy.
Sementara itu, GMKI menegaskan bahwa Musdalub bukan hanya solusi administratif, tetapi juga forum strategis untuk menyusun ulang arah gerakan kepemudaan di Mimika agar lebih relevan, inklusif, dan progresif.
“Kami GMKI siap mendukung forum dialog pemuda sebagai bagian dari rangkaian Musdalub. Kita ingin melahirkan pemimpin KNPI yang lahir dari proses dialektika yang sehat dan matang, bukan dari kepentingan-kepentingan sesaat,” tegas Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Mimika, Erwin Sriken.
Sebagai tindak lanjut, Kelompok Cipayung akan segera menyurati dan mengundang seluruh OKP, baik yang berada di bawah naungan KNPI versi Satu Nafas maupun Energy of Harmony, termasuk KNPI distrik-distrik, untuk terlibat dalam forum dialog dan konsolidasi kepemudaan Mimika.
Cipayung menegaskan bahwa posisi mereka tidak berpihak pada salah satu kubu, melainkan menjadi fasilitator dialog dan rekonsolidasi demi satu kepemimpinan DPD KNPI Mimika yang sah, kuat, dan mampu menjawab harapan pemuda serta bersinergi dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Mimika.










