MIMIKA – Demi mendapatkan formulir pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Timika, Papua Tengah, sejumlah orang tua beserta anak nekat mendatangi sekolah pada pagi buta, Senin (24/6/2024).
Pantauan Galeripapua.com, sekitar pukul 03.30 dini hari waktu setempat, anak-anak berseragam SD merah putih tampak telah mengantre panjang di depan pagar gerbang SMP Negeri 2, Jalan Budi Utomo.
Meski berada di bawah rintik gerimis, siswa-siswi calon peserta didik mati-matian tetap berdiri pada jalur barisan antrean.
Ada dua baris antrean. Satunya khusus anak-anak orang asli Papua (OAP) dan satu barisan lainnya diisi anak-anak pendatang.
Untuk diketahui, PPDB di SMP Negeri 2 Timika dijadwalkan akan berlangsung hingga 15 Juli 2024 masuk sekolah. Pengambilan formulir sendiri hanya diberikan waktu selama dua hari, yakni tanggal 24 – 25 Juni 2024.
Sementara formulir pendaftaran yang disediakan sebanyak 320 formulir dengan rincian jalur zonasi 224, afirmasi 48, perpindahan tugas orang tua 16, dan jalur prestasi 32 formulir.
Melihat jumlah formulir yang diberikan terbatas, para orang tua murid beserta anaknya rela menerjang hujan di pagi buta untuk memburu lembaran formulir PPDB.
Seperti halnya Olis Pinibo, seorang bapak yang telah tiba di depan SMP Negeri 2 sejak pukul 03.00 WIT. Olis terlihat mengantar dua orang anak sekaligus.
“Satunya ini om punya anak, saya antar dia juga karena dia punya bapak ada kerja,” ujarnya saat diwawancarai Galeripapua.com.
Olis mengaku terpaksa harus datang pada pagi buta lantaran takut tidak kebagian lembaran formulir PPDB.
“Memang dia buka jam 08.00 WIT, tapi kita harus datang duluan karena nanti pasti antreannya panjang. Tahun lalu juga begitu, apalagi ini dia punya formulir terbatas. Jadi, harus cepat,” tuturnya.
Saat ditanya mengapa memilih SMP Negeri 2, Olis menyebut, hanya mengikuti keinginan anaknya.
“Saya punya anak maunya di sini (SMP Negeri 2) jadi ikut saja. Yang penting dia selalu semangat sekolah. Kita orang tua hanya bisa dukung dan berupaya untuk anak tetap sekolah,” pungkasnya.
Di samping itu juga, jarak kediaman Olis masih termasuk dalam jalur zonasi.
“Kami tinggal di Jalan Kesehatan situ. Dekat dengan sekolah,” kata Olis.
Senada dengan Olis, Wati yang merupakan orang tua murid pun mengatakan hal yang sama, takut kehabisan formulir PPDB.
“Mau bagaimana lagi, kita harus datang lebih awal. Takutnya kalau datang pas buka, orang sudah ramai dan bisa saja kita tidak dapat formulir,” jelasnya.
“Tahun lalu itu malah ada yang sudah tunggu di sini dari tengah malam, sampai bentang tikar duduk tunggu sampai buka,” imbuhnya.
Wati berharap, kiranya dengan usaha datang lebih awal ini, anaknya bisa mendapatkan formulir PPDB.
“Ya semoga saja sebentar bisa lancar, tidak ada yang ribut atau main masuk saja begitu. Kasihan, kita punya anak sudah berdiri antre dari subuh-subuh,” tandasnya.










