MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) turut memberikan dukungan dalam peresmian Gereja Ainggigi di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang berlangsung pada Sabtu (9/6/2024) dan Minggu (10/6/2024).
Pada peresmian gereja tersebut, PTFI mewujudkan dukungannya dengan melakukan pengiriman logistik sling load 65 ekor ternak babi ke Lembah Aroanop menggunakan helikopter jenis Mill Mi-171.

Senior Vice Presiden Community Affair PTFI, Nathan Kum, saat ditemui di Timika pada Rabu (12/6/2024), mengatakan bantuan tersebut merupakan komitmen PTFI dalam mendukung kegiatan adat dan kerohanian masyarakat lokal di sekitar wilayah operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu juga, kata dia, adalah bagian dari kepedulian PTFI terhadap masyarakat Aroanop, khususnya dalam mendukung kelancaran acara peresmian gereja yang telah dinanti-nantikan.
“Peresmian Gereja di Aroanop ini merupakan momen penting bagi masyarakat setempat. Gereja ini menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Nathan, pengiriman ternak babi harus dilakukan menggunakan helikopter karena lokasi Ainggigi 2, Lembah Aroanop merupakan zona terbatas sejak tahun 2018 dan akses satu-satunya ke Kampung Ainggigi adalah menggunakan helikopter.
Selain itu, PTFI juga memberikan bantuan transportasi bus untuk mengantarkan para tamu undangan dan 312 warga masyarakat dari Timika ke Tembagapura. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke lembah Aroanop melalui lembah Waa.
“Kami berharap dukungan ini bermanfaat bagi masyarakat setempat dan membantu meningkatkan kualitas kehidupan mereka,” tutur Nathan.

Salah satu Tokoh Masyarakat, Sasiel Abugau, yang mewakili panitia dan tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa bantuan PTFI sangat bermanfaat dalam memperlancar acara peresmian gereja.
Ia berharap bantuan dan kerja sama semacam ini bisa terus berlanjut secara rutin demi membantu masyarakat Amungme di wilayah Tsinga, Hoya, dan Jila.
“Kami sangat bersyukur atas kepedulian PTFI terhadap masyarakat Aroanop,” ucap Sasiel.
Ia mengatakan pembangunan Gereja di Aroanop merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Dana pembangunannya berasal dari Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembang) tahun sebelumnya, serta swadaya masyarakat.










