MIMIKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika mencatat, sejak Januari hingga November 2024 telah terjadi 25 kejadian di Kabupaten Mimika.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery menerangkan, adapun jumlah kecelakaan tersebut, 19 diantaranya merupakan kecelakaan laut, 1 bencana dan 5 kondisi membahayakan manusia (KMM).
“Untuk kecelakaan pesawat puji Tuhan tahun ini tidak ada dan kita berharap tidak ada terus,” terang Charles, Selasa (19/11/2024).
“Yang kelima kecelakaan dengan penanganan khusus, ini di Mimika relatif tidak ada. Ini adanya di kota-kota besar seperti Jakarta yang menggunakan transportasi MRT LRT dan lain-lain,” tambahnya.
Dari jumlah kejadian di atas, kata Charles jumlah korban yang selamat sebanyak 245 orang. Kemudian, jumlah korban meninggal dunia 9 orang dan jumlah korban yang hilang 12 orang.
Dengan jumlah tersebut, maka total korban yang ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika sebanyak 286 orang.
Charles mengatakan, atas hal tersebut di atas maka kantor Pencarian dan Pertolongan Timika akan terus meningkatkan koordinasi antar instansi yang berpotensi SAR serta pemangku kepentingan.
Pihaknya juga akan terus memperkuat kinerja potensi pencarian dan pertolongan dengan potensi SAR yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Kita tingkatkan sinergitas dalam memberikan pelayanan SAR di wilayah Kabupaten Mimika,” katanya.
“Kami menambahkan bahwa Basarnas atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika tidak mengenal wilayah administratif tapi berdasarkan tingkat kecelakaan,” pungkasnya.
Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46










