IPMMO Tolak Penambangan dan Kehadiran Militer di Intan Jaya

Endy Langobelen

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) se-Jawa dan Bali, Koordinator Wilayah Kota Bandung, menyatakan penolakan keras terhadap rencana penambangan emas di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Dok. IPMMO se-Jawa dan Bali, Koordinator Wilayah Kota Bandung)

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) se-Jawa dan Bali, Koordinator Wilayah Kota Bandung, menyatakan penolakan keras terhadap rencana penambangan emas di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Dok. IPMMO se-Jawa dan Bali, Koordinator Wilayah Kota Bandung)

BANDUNG – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) se-Jawa dan Bali, Koordinator Wilayah Kota Bandung, menyatakan penolakan keras terhadap rencana penambangan emas di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Selain itu, mereka juga menentang kehadiran aparat militer non-organik yang dinilai hanya menambah penderitaan warga sipil.

Koordinator IPMMO Wilayah Kota Bandung, Sandrak Wandagau, mengatakan potensi mineral di Intan Jaya telah menjadi incaran sejak lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (15/9/2025) malam.

Menurut informasi yang dikutip IPMMO dari AusIMM dan Amnesty, kandungan emas di Blok Wabu diperkirakan mencapai lebih dari 116 juta ton bijih mineral, ditambah potensi mineral lain seperti perak, nikel, dan kobalt.

Baca Juga :  Perusahaan dan Pemerintah Tak Lakukan Restorasi Lahan Gambut di Papua Barat

Namun, masyarakat adat dan berbagai elemen sipil disebut sejak awal menolak rencana penambangan tersebut.

“Seluruh rencana ini dinilai bahwa rencana penambangan tersebut hanya akan membawa kerugian besar bagi masyarakat Intan Jaya,” kata Wandagau.

IPMMO menyoroti masuknya ratusan aparat militer non-organik ke sejumlah kampung di Intan Jaya pada 11 September 2025.

Sebanyak 400 personel disebut mendirikan pos militer di Kampung Jalai dan menempati rumah warga, rumah guru, serta gedung SD YPPK Fransiskus Jalai. Hal ini memicu warga setempat mengungsi ke Sugapa.

Pada waktu bersamaan, laporan juga menyebut 500 personel non-organik dikerahkan ke Distrik Homeyo dan disebar ke 21 kampung, termasuk Kampung Sanepa hingga Mane Iwampa.

Baca Juga :  Jenazah 2 Pendaki Puncak Cartenz Diterbangkan ke Jakarta

“Melihat jumlah personel militer non-organik yang begitu besar dikirim ke Intan Jaya, kuat dugaan bahwa tujuan utama aparat militer Indonesia adalah untuk menguasai seluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya,” tegas Wandagau.

Dalam pernyataan sikapnya, IPMMO menyampaikan tujuh tuntutan. Antara lain, menolak rencana penambangan emas dan mineral di Blok Wabu, menolak segala bentuk pendekatan militer, serta meminta Presiden RI dan Kementerian Pertahanan menarik seluruh aparat non-organik dari Intan Jaya.

Mereka juga menolak pendirian pos-pos militer baru, menuntut penghormatan terhadap hak masyarakat adat untuk mengelola tanah dan sumber daya alam, serta meminta pemerintah menghentikan pengungsian paksa akibat operasi militer.

“Tanah serta sumber daya alam merupakan warisan leluhur yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” tutup pernyataan sikap tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus
Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK
Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat
Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz
Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab
Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan
Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian
Koordinator Pendulang Mimika Buka Suara soal Toko Emas Tutup dan Isu Deal-dealan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:40 WIT

Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus

Senin, 9 Maret 2026 - 15:12 WIT

Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:59 WIT

Masyarakat Distrik Konda Pasang Patok Adat, Tolak Kehadiran Sawit di Hutan Ulayat

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:52 WIT

Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:17 WIT

Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/