Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Tetapkan KLB

Ahmad

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peningkatan kasus campak di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Ilustrasi peningkatan kasus campak di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

MIMIKA – Kasus campak masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Mimika. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat tren peningkatan kasus campak dalam tiga tahun terakhir, bahkan sepanjang 2023 hingga 2025 ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Mimika, Kamaludin, mengungkapkan bahwa pada 2023 terdapat 356 kasus campak yang masuk kategori terduga KLB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 sampel dikirim untuk pemeriksaan laboratorium di Surabaya dan hasilnya 19 sampel dinyatakan positif campak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil pemeriksaan tersebut membuat status KLB langsung diterapkan karena tren kasus menunjukkan peningkatan dan rantai penularan terdeteksi secara epidemiologis.

Dinkes pun mengambil langkah pengendalian dengan mendorong percepatan imunisasi campak tambahan.

Upaya tersebut berdampak pada penurunan kasus pada 2024. Meski tercatat 32 kasus campak, status KLB tidak lagi diberlakukan.

Baca Juga :  Cipayung Ajak Seluruh OKP Dukung Musdalub DPD KNPI Mimika

“Tahun 2024 kasus campak sebanyak 32 kasus tetapi tidak KLB walaupun lebih banyak dibanding 2023 karena dia tidak ada hubungan epidemologinya lagi atau kasusnya tidak mencar-mencar, satu di lokasi ini dan satu di sana,” ujar Kamaludin, Senin (19/1/2026).

Menurut Kamaludin, salah satu faktor utama meningkatnya kasus campak di Mimika adalah rendahnya cakupan imunisasi pada anak.

“Jadi kita sangat berharap orang tua yang punya bayi, balita itu membawa anaknya ke Posyandu untuk imunisasi, bukan cuma imunisasi campak, ada BCG, DBT, polio gitu supaya ada kekebalan tubuh,” tutur Kamaludin.

“Kalau misalnya banyak anak-anak tidak diimunisasi, ya begini terus,” ujarnya menambahkan.

Namun, pada 2025 kasus campak kembali melonjak tajam hingga mencapai 524 kasus. Dinkes kemudian mengirim 348 sampel untuk diuji di Surabaya dan hasilnya 120 sampel dinyatakan positif campak.

Baca Juga :  Penjaga Kios Korban Penembakan di Kabupaten Puncak Dievakuasi ke Timika

Lonjakan tersebut kembali membuat status KLB ditetapkan. Dinkes Mimika lalu melakukan percepatan imunisasi dengan strategi jemput bola, mendatangi rumah-rumah yang terdapat bayi dan anak-anak.

Sebanyak 120 kasus positif campak itu telah ditangani dan hingga akhir 2025 terlihat adanya penurunan kasus.

Kendati demikian, pada awal 2026 kembali ditemukan 29 kasus campak yang masih berstatus terduga dan tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas.

“Ini 29 ada di (Puskesmas) Pasar Sentral, Timika Jaya dan lainnya. Tapi ini memang masih terduga, belum ada hasil labnya,” imbuh Kamaludin.

Dinkes Mimika kembali mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah meluasnya penularan campak.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar
Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang
Dinkes Mimika Bangun Puskesmas Perintis Rp34 Miliar, Target 150 Ribu Warga Dapat Layanan Gratis
Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria dan 50 Ribu Skrining TBC pada 2026
DP3AP2KB Mimika Tekankan Kolaborasi dalam Percepatan Penurunan Stunting
PASTI-Papua Gelar Asesmen TPPS di Mimika Perkuat Percepatan Penurunan Stunting
Peringati Hari Kanker Sedunia, Kogabwilhan III Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:46 WIT

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:06 WIT

Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:28 WIT

Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:18 WIT

Dinkes Mimika Bangun Puskesmas Perintis Rp34 Miliar, Target 150 Ribu Warga Dapat Layanan Gratis

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:12 WIT

Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria dan 50 Ribu Skrining TBC pada 2026

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/