Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang

Kevin Kurni

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, bertemu awak media usai mengikuti Musrenbang Distrik Tembagapura, senin (2/3/26). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, bertemu awak media usai mengikuti Musrenbang Distrik Tembagapura, senin (2/3/26). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Ruang operasi di Rumah Sakit Waa Banti dipastikan mulai dioperasikan pada 26 Juni 2026 mendatang sebagai bagian dari persiapan akreditasi rumah sakit tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, usai mengikuti Musrenbang Distrik Tembagapura di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Senin (2/3/2026).

Menurut Reynold, pengoperasian ruang operasi tersebut ditargetkan mampu menghadirkan pelayanan terpadu atau one stop service, termasuk penyediaan unit transfusi darah di lokasi yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kesepakatan kami tanggal 26 Juni 2026, itu (sudah) ada kasus bedah operasi dan kami coba mendesain itu supaya one stop service pelayanannya, termasuk unit transfusi darah di sana. Seminimal mungkin bisa kita mengurangi jumlah rujukan,” ujarnya.

Selain peningkatan layanan bedah, Dinas Kesehatan juga menyiapkan sistem rekam medik elektronik untuk seluruh fasilitas kesehatan. Wilayah pesisir yang telah terjangkau internet dan listrik akan menjadi prioritas penerapan sistem tersebut.

Baca Juga :  Hari Ini Vaksinasi COVID-19 Booster ke-2 Mulai Diberikan bagi SDM Kesehatan

Dinkes juga membentuk tim telemedicine berbasis kabupaten dan rumah sakit untuk mendukung tenaga kesehatan di daerah terpencil.

“Supaya ketika ada teman-teman di daerah-daerah sulit, yang harus dirujuk atau mengkonsulkan pasiennya, itu bisa menggunakan kemajuan teknologi yang tersedia,” jelasnya.

Untuk wilayah dengan keterbatasan listrik seperti Kokonau, Dinkes menyiapkan dukungan energi alternatif melalui solar cell agar pelayanan tetap berjalan dan tidak bergantung sepenuhnya pada PLN.

Maintenace (Perawatan) infrastruktur dilakukan secara berkala melalui kerja sama dengan pihak ketiga guna memastikan sistem tetap berfungsi optimal.

Reynold juga memaparkan kondisi sumber daya manusia kesehatan di Mimika. Saat ini jumlah tenaga kesehatan tercatat sebanyak 2.169 orang, termasuk pegawai yang telah diangkat menjadi PPPK.

Baca Juga :  Jumlah ODGJ di Mimika Meningkat, Dinsos Datangkan Psikiater dari Abepura

Dengan jumlah penduduk sekitar 321 ribu jiwa dan pertumbuhan hampir lima persen per tahun, kebutuhan tenaga medis terus meningkat.

Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan, idealnya setiap 1.000 penduduk dilayani minimal dua dokter, dua perawat, dan dua bidan.

“Saat ini dokter yang bertugas di puskesmas berjumlah 79 orang. Kalau melihat rasio penduduk sekitar 315 ribu tahun sebelumnya, kita masih kekurangan sekitar 300 dokter,” ungkapnya.

Untuk dokter spesialis, jumlah yang bertugas di RSUD Mimika sekitar 61 orang. Namun kebutuhan tambahan masih ada, termasuk di Banti yang dalam kondisi ideal membutuhkan tambahan tiga dokter spesialis.

Meski demikian, ia menegaskan kebijakan efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan tenaga yang ada melalui berbagai strategi, termasuk penguatan Posyandu, pos kesehatan desa, serta pemberdayaan masyarakat seperti program dokter kecil di sekolah.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:35 WIT

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Berita Terbaru