Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Ahmad

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Arus investasi dan pembangunan infrastruktur yang pesat di Kabupaten Mimika kerap menempatkan masyarakat adat dalam posisi yang rentan. Desakan kepentingan ekonomi tak jarang mengikis ruang hidup dan hak-hak teritorial pemangku adat setempat.

Merespons kondisi tersebut, Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) menggelar workshop publik di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekda Mimika, Abraham Kateyau, ini mengusung tema “Sosialisasi dan Penguatan Kedaulatan Masyarakat Hukum Adat Papua atas Tanah Adat di Tanah Papua”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia, Litinus Niwilingame, menegaskan bahwa agenda ini dirancang untuk membendung pengikisan hak-hak adat serta membangun kesadaran kolektif warga akan kedaulatan tanah ulayat mereka.

“Tujuan workshop hari ini adalah sosialisasi untuk penguatan kedaulatan masyarakat adat atas hak-hak yang dimiliki di Tanah Papua. Dalam hal ini memberikan kesadaran kepada masyarakat terutama, sehingga masyarakat harus lebih paham mereka itu sebenarnya memiliki hak dan kedaulatan di atas tanah mereka untuk membangun hidup hari ini dan generasi ke depan,” ujar Litinus kepada awak media usai kegiatan.

Baca Juga :  Kerukunan Keluarga Madura 100 Persen Dukung AIYE

Litinus menyoroti dinamika regulasi dan kebijakan daerah yang dinilai belum sepenuhnya memihak pada perlindungan hak-hak ulayat.

Menurutnya, seiring pesatnya kemajuan wilayah dan masuknya modal, posisi masyarakat adat kerap terpinggirkan dari skema pembangunan daerah.

“Dari sisi regulasi, bagaimana peraturan di Republik ini dapat memberikan masyarakat adat posisi yang benar dan baik sehingga tetap dilindungi. Seiring kemajuan, hak-hak masyarakat kerap tersingkirkan oleh berbagai kepentingan yang datang. Oleh karena itu, kita gelar sosialisasi ini agar masyarakat tetap eksis dan bertahan di atas tanah mereka,” kata Litinus.

Forum diskusi ini tidak terbatas pada masyarakat dari tiga kampung suku pemukim asli—Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop—melainkan turut melibatkannya secara inklusif kepada elemen lintas suku dan organisasi sosial kemasyarakatan di Mimika.

Baca Juga :  PGGM Mimika 2026–2031 Dilantik, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Jaga Stabilitas Daerah

Perwakilan paguyuban, kepala suku, organisasi kepemudaan (OKP), hingga tokoh masyarakat setempat dihadirkan untuk menyamakan persepsi mengenai perlindungan hukum atas tanah adat.

Litinus menegaskan, agenda ini tidak akan berhenti pada wacana di meja diskusi semata. Panitia bersiap menyusun rekomendasi strategis yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

“Tentunya workshop ini akan melahirkan sebuah rekomendasi kepada para stakeholders. Kami dan masyarakat akan merumuskan hasil akhir dari pertemuan ini sebagai tindak lanjut, agar kesadaran dan pengakuan atas hak tanah adat ini terus berjalan konsisten,” tutur Litinus.

Melalui konsolidasi ini, FPHS Tsingwarop berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat menelurkan regulasi konkret berupa pengakuan formal hak-hak ulayat, sehingga masyarakat adat tak sekadar menjadi penonton di atas tanahnya sendiri.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika
Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan
Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan
Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau
Amungsa Cares Papua Gerakkan 2.000 Masker untuk Warga dan Pelajar Mimika
Wandra Tampil Perdana di Jayapura Malam Ini, Siap Bikin Penonton Bergoyang
Resmi Dilantik, Pemuda Muslimin Papua Tengah Siap Suarakan Kebaikan dan Perjuangkan Keadilan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:43 WIT

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 18 September 2026 - 14:27 WIT

Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika

Senin, 14 September 2026 - 23:49 WIT

Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan

Senin, 14 September 2026 - 22:38 WIT

Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan

Senin, 14 September 2026 - 21:18 WIT

Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT