MIMIKA – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan ada banyak kegiatan yang belum terlaksana pada tahun 2024 akibat kekurangan tenaga kelompok kerja (Pokja).
John mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika saat ini, hanya memiliki kurang lebih 12 orang Pokja. Sementara yang dibutuhkan sebanyak 50 tenaga Pokja untuk melaksanakan kegiatan dengan total anggaran senilai Rp1 triliun.
“Ini jujur kita punya keterbatasan tenaga di dalam Pokja. Anggaran kita nih sekian banyak makanya sekarang salah satu program serius yang harus dilakukan pemerintah (yaitu) meningkatkan kapasitas pegawai negeri kita untuk bisa menjadi Pokja,” ujar John kepada wartawan, Senin (15/7/2024).
Kami akan melaksanakan satu program khusus untuk bagaimana caranya kita tingkatkan kapasitas SDM. Kita butuh 50 orang,” tambahnya.
Ia mengatakan, banyak dari pegawai Pokja yang bersertifikat kini telah menjadi pejabat struktural di organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika. Akibatnya, tenaga Pokja kini terbatas.
Selain kekurangan Pokja, lanjut John, adapun faktor lain yang mengakibatkan kegiatan-kegiatan belum terlaksana, yakni pelaksanaan tender yang terulang dan memang ada kegiatan yang belum dapat dilalukan.
“Ini persoalan kita, kita pekerjaan sekian triliun ini dengan tadi saya bilang 7.500-an kegiatan, kita hanya punya 12 orang (Pokja). Mereka kerja dari malam sampai pagi, makanya saya bilang saya khawatir sekali. Jangan sampai dengan tingkat kecapean, mereka akhirnya pelaksanaan evaluasi pekerjaan yang menjadi tender ini bisa jadi masalah,” pungkasnya.










