Kesalahpahaman Transaksi Emas Picu Ketegangan dan Pembakaran Ban di Mimika

Kevin Kurni

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian membersihkan arang ban yang dibakar oleh para pendulang di Jalan Leo Mamiri Timika, Selasa (17/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Aparat kepolisian membersihkan arang ban yang dibakar oleh para pendulang di Jalan Leo Mamiri Timika, Selasa (17/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Aktivitas jual beli emas di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sempat diwarnai ketegangan akibat kendala pembayaran yang memicu kesalahpahaman antara pembeli dan penjual (pendulang emas).

Ketegangan itu berlangsung tepatnya di Jalan Leo Mamiri, Timika, pada Selasa (17/2/26) petang.

Pantauan Galeripapua.com, sempat terjadi aksi bakar ban di tengah jalan yang mengakibatkan akses lalu lintas di sekitaran lokasi terhenti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat kepolisian dari Unit Perintis Polres Mimika serta personel piket Polsek Mimika Baru pun bergerak cepat merespon ke lokasi dengan mendatangi massa dan melakukan pendekatan persuasif.

Tak lama berselang, aksi massa pun berhasil diredam. Aparat kepolisian pun membubarkan para pendulang dari lokasi serta memadamka ban yang sedang dilahap api.

Terkait persoalan ini, Danru Perintis Unit Patroli Polres Mimika, Bripka Ronal Malipa Tangke Tasik, saat ditemui di lokasi kejadian pun menjelaskan bahwa ini hanyalah suatu kesalahpahaman antara penjual dengan pembeli emas.

Baca Juga :  Helikopter PK-IWS Ditemukan Jatuh di Dekat Jila, Evakuasi Dilanjutkan Besok Pagi

Ia pun telah memberikan arahan kepada para pembeli emas agar memperbaiki pola komunikasi dengan para penjual emas di Mimika.

“Saya mau luruskan di sini, ini hanya salah paham. Kalau ada kendala keuangan, sampaikan secara terbuka. Jangan hanya minta maaf di dalam, sementara masyarakat tidak tahu situasinya,” tegasnya di hadapan para pihak yang terlibat.

Menurutnya, para pendulang tradisional menggantungkan penghasilan dari penjualan emas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika hal seperti ini terjadi tanpa penjelasan yang jelas, kondisi tersebut dapat memicu keresahan.

“Namanya pendulang, dia itu kos rumah, biayai anak istri di rumah. Wajar kalau mereka menuntut,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembeli emas harus transparan apabila mengalami kendala, misalnya karena keterbatasan uang tunai. Informasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka kepada para pendulang agar tidak menimbulkan spekulasi.

Baca Juga :  Korban Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan di Mimika Bakal Cabut Laporan

“Baru kamu juga harus tegas ke luar dari dalam, bilang bapak-bapak ibu-ibu yang mau jual emasnya, di sini kendala keuangan lagi menipis. Bukan saya tidak mau beli emas, tetapi tidak ada uangm Jadi mungkin tunggu bank buka dulu baru saya bisa beli, begitu, kamu harus tegas,” katanya.

“Jangan kamu di dalam lagi minta maaf, kamu main HP, duduk-duduk tarik rokok, apa semua, ini kamu lihat keluarga-keluarga begini,” imbuhnya.

Sementara itu, penjual emas, Zulfauzan, menjelaskan bahwa penutupan sementara toko bukan disebabkan turunnya harga emas, melainkan faktor perbankan.

“Toko emas tutup ini bukan karena harga emas turun, tapi karena bank tutup dua hari. Kalau besok atau lusa sudah stabil,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo
Seorang Balita Tewas Tenggelam di Sungai Ewer Kabupaten Asmat
Pria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri oleh Sang Istri
Diduga Korban Penganiayaan, Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Jalan Bandara Lama Mimika
Ambulans Hampir Dibakar, Warga Dekai Bertahan Selamatkan Satu-satunya Akses Berobat
Polisi Ungkap Kronologi Penembakan Sopir Truk Air di Yahukimo
Kapendam Beberkan Kronologi Penembakan Anggota TNI di Mimika
TPNPB-OPM Akui Tembak Aparat dan Rampas Senjata di Mimika

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:29 WIT

Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:06 WIT

Seorang Balita Tewas Tenggelam di Sungai Ewer Kabupaten Asmat

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:44 WIT

Kesalahpahaman Transaksi Emas Picu Ketegangan dan Pembakaran Ban di Mimika

Selasa, 17 Februari 2026 - 04:53 WIT

Pria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri oleh Sang Istri

Senin, 16 Februari 2026 - 02:08 WIT

Diduga Korban Penganiayaan, Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Jalan Bandara Lama Mimika

Berita Terbaru

Aparat keamanan mendatangi RSUD untuk menjenguk korban. (Foto: Satgas Humas ODC)

Peristiwa

Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo

Rabu, 18 Feb 2026 - 21:29 WIT