Komunitas Spin 4 Fun Dorong Pembangunan Jalur Sepeda di Mimika

Endy Langobelen

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Spin 4 Fun gowes menuju lokasi event Summer Camp 2025. (Foto: Istimewa/Fernando Rio)

Anggota Spin 4 Fun gowes menuju lokasi event Summer Camp 2025. (Foto: Istimewa/Fernando Rio)

MIMIKA — Komunitas pesepeda Spin 4 Fun mendorong Pemerintah Daerah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk segera membangun infrastruktur jalur sepeda yang aman dan layak.

Dorongan ini disampaikan menyusul pelaksanaan Summer Camp 2025, yang menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penegasan komitmen komunitas terhadap keselamatan dan hak pesepeda di jalan raya.

Kegiatan Summer Camp 2025 digelar di Wisata Pelangi, Kilometer 8, Minggu (14/12/2025), diawali dengan gowes bersama dari pelataran Graha Eme Neme Yauware menuju lokasi kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mempererat silaturahmi antaranggota, agenda ini juga menjadi ruang diskusi arah perjuangan komunitas ke depan.

Ketua Umum Spin 4 Fun, Floren Fernandes, mengatakan komunitasnya berencana menemui pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan jalur khusus sepeda di Mimika, sebagaimana telah diterapkan di berbagai kota besar di dunia.

Baca Juga :  Penerbangan ke Hoya Tutup: Layanan Pendidikan dan Kesehatan Lumpuh, Akses Bama Sulit

Dengan tersedianya jalur sepeda, lanjut Floren, pesepeda dapat memperoleh hak yang sama sebagai pengguna jalan sekaligus mendukung kampanye gaya hidup rendah karbon (low-carbon lifestyle), gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle), dan mobilitas aktif (active mobility).

“Makanya kita (Komunitas Spin 4 Fun) setiap hari Jumat akhir kita lakukan aksi Indonesia Critical Mass (ICM),” ujar Floren.

Ia menjelaskan, Indonesia Critical Mass merupakan gerakan pesepeda yang digelar serentak dan damai di berbagai kota di Indonesia setiap akhir bulan.

Gerakan ini bertujuan mengampanyekan hak pesepeda sebagai bagian dari lalu lintas serta mendorong pemerintah menyediakan infrastruktur yang lebih ramah sepeda.

Floren menilai, keberadaan jalur sepeda tidak hanya berdampak pada keselamatan pesepeda, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara, sekaligus mempromosikan bersepeda sebagai moda transportasi yang sehat dan ramah lingkungan.

Baca Juga :  TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Dorongan serupa juga disampaikan oleh Erang, inisiator berdirinya Komunitas Spin 4 Fun. Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan infrastruktur pendukung agar pesepeda merasa aman saat beraktivitas di jalan raya.

“Agar kita pesepeda juga bisa merasa aman, dan punya hak berkendara di jalan raya seperti kendaraan-kendaraan lain,” tuturnya.

Spin 4 Fun sendiri resmi terbentuk pada 27 April 2025, berawal dari hobi bersepeda sekelompok pemuda di Kabupaten Mimika. Seiring waktu, komunitas ini berkembang dan mulai merancang program jangka panjang, termasuk aksi sosial serta penguatan sumber daya manusia di internal komunitas.

Melalui kegiatan Summer Camp 2025, Spin 4 Fun menegaskan bahwa bersepeda bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari upaya membangun kota yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan—yang salah satunya membutuhkan keberpihakan kebijakan melalui pembangunan jalur sepeda yang memadai.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT