Kontak Senjata di Nabire: Aparat TNI Kena Tembak, Ratusan Amunisi Disita

Endy Langobelen

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi seorang anggota TNI yang tertembak dalam peristiwa kontak senjata di Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026). (Foto: Istimewa)

Proses evakuasi seorang anggota TNI yang tertembak dalam peristiwa kontak senjata di Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026). (Foto: Istimewa)

NABIRE – Kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dan kelompok bersenjata kembali terjadi di wilayah Kali Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026).

Dalam operasi tersebut, aparat mengklaim menguasai lokasi yang diduga menjadi kamp persembunyian kelompok bersenjata dan mengamankan ratusan butir amunisi beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Berdasarkan siaran pers Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 tertanggal 2 dan 3 Maret 2026, penindakan dilakukan setelah aparat menerima informasi terkait keberadaan kelompok bersenjata yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Personel gabungan yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, serta Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak menuju lokasi pada Minggu malam sekitar pukul 22.40 WIT.

Saat mendekati titik yang diduga sebagai kamp persembunyian, terjadi baku tembak antara aparat dan kelompok bersenjata.

Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut dilaporkan melarikan diri ke arah hutan dan meninggalkan sejumlah perlengkapan di lokasi.

Dalam penggeledahan, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek, 10 magazen termasuk jenis SS1 dan AK-101, 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.

Sejumlah barang bukti yang turut diamankan dari kamp TPNPB usai peristiwa kontak senjata di Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026). (Foto: Istimewa)
Sejumlah barang bukti yang turut diamankan dari kamp TPNPB usai peristiwa kontak senjata di Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026). (Foto: Istimewa)

Aparat juga menemukan dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, termasuk anggota Brimob yang gugur tahun lalu serta seorang karyawan sipil dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga keamanan.

“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga :  Jaga Alam, Jaga Carstensz: Karyawan Freeport Angkut 600 Kg Sampah dari Jalur Pendakian

Dalam konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026), Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, menjelaskan bahwa penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.

Ia menyebut para pelaku yang kini dalam pengejaran disangkakan melanggar Pasal 458 dan 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan dan pembunuhan berencana.

“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkapnya.

Konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026). (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)
Konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026). (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Sementara itu, Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil.

“Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.

Koops TNI Papua dalam siaran persnya pada 3 Maret 2026 menyebut patroli gabungan berhasil memukul mundur kelompok TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, serta menguasai basis dan logistik kelompok tersebut.

“Tim Patroli gabungan Koops TNI Papua telah berhasil melakukan penyergapan terhadap kelompok TPNPB OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya (Danyon Ndulamo Kodap III Ndugama) dan menguasai markas OPM tersebut, serta mengamankan sejumlah barang bukti,” ucap Kapen Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

TPNPB Klaim Aparat Gunakan Helikopter dan Senjata Berat

Sementara itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam siaran pers tertanggal 2 Maret 2026 menyatakan kontak senjata terjadi pada Minggu siang.

Mereka mengklaim satu aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan dievakuasi menggunakan helikopter.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Nabire bahwa seorang aparat militer Indonesia atas nama Pratu Mulyado ditembak oleh pasukan TPNPB dibawa pimpinan Mayor Aibon Kogoya di Nabire pada hari Minggu, 1 Maret 2026 sekitar jam 12.00 kemarin,” ujar Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Baca Juga :  Bandara Mozes Kilangin Dipastikan Tetap Beroperasi Normal Pasca Insiden Gagal Landing

Dia menyebutkan bahwa dalam kontak senjata tersebut, aparat militer Indonesia menggunakan dunia unit helikopter militer dan melakukan penembakan brutal dari atas udara.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Sementara pasukan TPNPB membalas tembakan dari bawah, “mengakibatkan dua unit helikopter militer bocor dan satu orang aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan telah dievakuasi keluar medan perang,” tuturnya.

Berdasarkan laporan PIS TPNPB, lanjut Sebby, sejumlah logistik milik pasukan TPNPB dirampas oleh aparat militer Indonesia beserta HP.

“Kami juga melaporkan bahwa aparat militer Indonesia juga telah melakukan penangkapan terhadap dua orang warga sipil di depan Hotel Adaman Wadio pada 28 Februari kemarin, sementara kedua korban mengalami pukulan dan penyiksaan oleh aparat militer hingga tak sadarkan diri dan belum diketahui keberadaan korban hingga sekarang,” ujar Sebby.

Dalam pernyataannya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta pemerintah Indonesia menghentikan penggunaan senjata berat dalam konflik di Papua.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa hentikan penggunaan senjata berat dari Amerika Serikat dalam medan perang di Papua, sebagai mana yang diketahui bahwa dua unit Helikopter Bell buatan Amerika Serikat telah dikerahkan dalam medan perang melawan pasukan TPNPB dibawa Pimpinan Mayor Aibon Kogoya di Nabire dan hal tersebut telah melanggar hukum humaniter internasional dalam konflik bersenjata karena penggunaan logistik militer tak seimbang serta dari pasukan asing,” tandasnya.

“Kami juga menegaskan kepada PBB bahwa, perang antara TPNPB dan aparat militer kolonial Indonesia akan terus terjadi diseluruh wilayah Papua sehingga Palang Merah Internasional diminta untuk menangani warga sipil yang terkena dampak konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua dan disampaikan juga kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera membuka akses terhadap jurnalis asing dan independen memasuki wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua. Perang akan terus terjadi demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonialisme Indonesia,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga ABK Ditikam di Laut, Polairud Mimika Gerak Cepat Evakuasi ke RSUD
Tiga Personel Polres Mimika Terkena Panah saat Respon Kasus Penganiayaan
Toko Emas Tutup, Pendulang Kembali Blokade Jalan di Timika
Wanita Paruh Baya Dilaporkan Hilang Diterkam Buaya di Mimika
Penyerangan di Pos PT Kristalin Nabire: 2 Tewas Dibakar dan Senjata Dirampas
Ricuh di Leo Mamiri Timika, Gas Air Mata Bubarkan Massa Penjual Emas
Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo
Seorang Balita Tewas Tenggelam di Sungai Ewer Kabupaten Asmat

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:14 WIT

Kontak Senjata di Nabire: Aparat TNI Kena Tembak, Ratusan Amunisi Disita

Senin, 2 Maret 2026 - 17:50 WIT

Tiga ABK Ditikam di Laut, Polairud Mimika Gerak Cepat Evakuasi ke RSUD

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:55 WIT

Tiga Personel Polres Mimika Terkena Panah saat Respon Kasus Penganiayaan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:29 WIT

Toko Emas Tutup, Pendulang Kembali Blokade Jalan di Timika

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:38 WIT

Wanita Paruh Baya Dilaporkan Hilang Diterkam Buaya di Mimika

Berita Terbaru