Toko Emas Tutup, Pendulang Kembali Blokade Jalan di Timika

Ahmad

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pendulang emas tradisional memblokade jalan di pertigaan PIN Seluler, yang menjadi pertemuan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri, Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (28/2/2026) malam. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Para pendulang emas tradisional memblokade jalan di pertigaan PIN Seluler, yang menjadi pertemuan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri, Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (28/2/2026) malam. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Para pendulang emas tradisional kembali memblokade jalan di pertigaan PIN Seluler, yang menjadi pertemuan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri, Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (28/2/2026) malam.

Aksi berlangsung sekitar pukul 19.26 WIT. Massa membakar ban bekas serta menutup badan jalan menggunakan batu, menyebabkan arus lalu lintas dari dua ruas utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, pemalangan jalan dipicu kekecewaan para pendulang terhadap salah satu toko emas yang selama ini menjadi tempat mereka menjual hasil dulang.

Toko tersebut dilaporkan tutup karena kehabisan dana untuk membeli emas dari para pendulang.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat ditemui di lokasi membenarkan adanya aksi tersebut.

Ia menyebut, berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, penutupan toko emas menjadi pemicu utama protes.

“Jadi informasi yang kami dapat itu dari pembeli emas kehabisan dana untuk membeli emas dari para pendulang,” ujar Kapolres.

Aparat kepolisian pun langsung melakukan langkah persuasif untuk meredam situasi dan membuka kembali akses jalan yang dipalang.

Baca Juga :  Helikopter Hilang Kontak di Puncak Angkut 4 Orang, Ini Identitasnya

Kapolres menegaskan bahwa saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan pendekatan dan negosiasi dengan para pendulang agar palang dibuka.

“Kita juga tetap menyiagakan anggota apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Setelah dilakukan komunikasi intensif, palang akhirnya dibuka sekitar pukul 20.00 WIT. Meski demikian, aparat kepolisian masih bersiaga di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencari titik temu atas persoalan yang dikeluhkan para pendulang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah
Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah
Seorang Pria di Mimika Dibacok OTK
Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat
Korban Ledakan Biak Numfor Bertambah Jadi 6 Orang, 3 Dalam Pencarian
Aksi Spontanitas di Kuala Kencana Akhirnya Bubar, Blokade Jalan Dibuka

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:49 WIT

Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:17 WIT

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WIT

Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:20 WIT

Seorang Pria di Mimika Dibacok OTK

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:22 WIT

Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT