MIMIKA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat bahwa pada Oktober 2024, inflasi year on year Timika sebesar 4,75 persen dan tingkat inflasi month to month Timika sebesar 0,68 persen.
Inflasi year on year Timika yang mencapai 4,75 persen tersebut mengakibatkan terjadinya indeks harga konsumen sebesar 110,03.
Berdasarkan siaran pers statistik (BRS) yang dikeluarkan BPS Kabupaten Mimika per 1 November 2024 dijelaskan inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,08 persen.
Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura, menjelaskan tingkat inflasi year on year pada Oktober 2024 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelunnya. Tahun 2024 mencapai 4,75 persen, sementara tahun 2023 hanya mencapai 3,34 persen.
Hal ini juga disebabkan oleh perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 7,91 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,43 persen.
Kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 7,85 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,62 persen.
“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,21 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,23 persen,” kata Ouceu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/11/2024).
Untuk tingkat inflasi month to month Timika Oktober 2024 sebesar 0,68 persen dan tingkat inflasi year to date sebesar 3,52 persen.
Ouceu menyebutkan, hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada Oktober 2024 terjadi inflasi year on year sebesar 4,75 persen, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 105,04 pada Oktober 2023 menjadi 110,03 pada Oktober 2024.
Tingkat inflasi month to month sebesar 0,68 persen. Sedangkan tingkat inflasi year to date sebesar 3,52 persen; Inflasi yaer on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,08 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen.
Untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,01 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 7,91 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,43 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 7,85 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,62 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,21 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,23 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi year on year pada Oktober 2024, antara lain daging babi, emas perhiasan, beras, kangkung, terong, bawang putih, tarif laboratorium, tauge/kecambah, mobil, bahan bakar rumah tangga, tahu mentah, roti manis, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bawang merah, biaya jaringan saluran TV, bayam, gula pasir, ketela pohon, dan cabai rawit.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi year on yeae antara lain ikan cakalang/ikan sisik, angkutan udara, ikan bawal, buncis, wortel, bensin, jeruk, minyak goreng, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, mie kering instant, ikan kakap merah, sabun detergen bubuk, daun singkong, batako, daun kemangi, sepatu anak, lengkuas, paku, sepeda anak, dan nugget.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi month to month pada Oktober 2024, antara lain daging babi, kangkung, emas perhiasan, bayam, tomat, nasi dengan lauk, tauge/kecambah, tempe, kue basah, gula pasir, kol putih/kubis, udang basah, daging sapi, ikan bakar, dan apel.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi month to month, antara lain cabai rawit, beras, angkutan udara, terong, bawang putih, bensin, jeruk, ikan kakap merah, cabai merah, wortel, minyak goreng, tepung terigu, ikan mujair, tahu mentah, sepeda anak, pasta gigi, shampo, obat penurun panas, labu siam/jipang, ikan asin teri, dan cumi-cumi.
Pada Oktober 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi year on year yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,29 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,73 persen.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi year on year yaitu kelompok transportasi sebesar 0,02 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen.
Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46










