MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika menyatakan telah siap meluncurkan program air bersih bagi masyarakat, namun hingga kini peluncuran program tersebut masih tertunda.
Penyebabnya, belum ada perintah langsung dari Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang dikabarkan masih berada di luar daerah.
“Pak Bupati masih di luar daerah, jadi kalau beliau sudah balik, mungkin minggu-minggu ini kita siap launching,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Mimika, Petrus Yumte, kepada wartawan di Timika, Senin (30/6/2025).
Program air bersih ini merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) membangun sistem penyediaan air bersih yang mencakup instalasi pengolahan air (IPA), jaringan perpipaan, serta pemeliharaan fasilitas.
Instalasi pengolahan air yang dibangun berlokasi di sisi kiri Check Point Kuala Kencana. Air bersih akan bersumber dari Sungai Jayanti di Distrik Kuala Kencana serta sumur cadangan air tanah. Setelah melalui proses pengolahan di IPA, air akan dialirkan ke rumah-rumah warga.
“Lebih dari 8.000 rumah kini sudah siap dialiri air bersih. Sebelumnya, sebagian wilayah seperti SP 2, SP 3, dan Jalan Budi Utomo sudah menikmati aliran air bersih,” kata Petrus.
Warga yang selama ini bergantung pada air sumur, air hujan, atau membeli air kemasan diperkirakan akan mulai merasakan manfaat langsung dari program ini, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
“Air nanti akan mengalir 2 sampai 3 jam. Yang penting mengalir dulu. Setelah peluncuran resmi, kita akan atur regulasinya,” lanjut Petrus.
Ia menegaskan, target pemerintah adalah memastikan seluruh wilayah kota dan pinggiran Mimika terlayani air bersih secara bertahap hingga akhir tahun ini.
Meski infrastruktur telah tersedia dan sebagian warga telah menikmati air bersih, peluncuran resmi masih menanti kepulangan Bupati Mimika.
“Tunggu Pak Bupati datang, kita langsung launching,” pungkas Petrus.










