MIMIKA — Patroli gabungan TNI-Polri di Kabupaten Mimika kembali menemukan sejumlah situasi menonjol selama pengamanan momen 1 Desember 2025.
Selain seorang pria yang sebelumnya ditemukan tergeletak sambil membawa bendera bintang kejora serta korek api berbentuk pistol, polisi juga mengamankan seorang pria lain yang kedapatan mengenakan baju bercorak bintang kejora di Jalan Baru.
Kabag Ops Polres Mimika, AKP Hendri A. Korwa, menyebutkan hingga pukul 15.00 WIT, kondisi Mimika masih relatif aman meski terdapat beberapa temuan individual yang mendapat perhatian aparat.
“Paling anak-anak yang mabuk-mabuk kita berikan imbauan. Di SP 13 pun ada acara masyarakat di sana,” kata Hendri.
Dua Pria Diamankan, Satu Dirawat Intensif
Dalam patroli siang hari, polisi mengamankan seorang pria berinisial A yang mengenakan baju bercorak bintang kejora di Jalan Baru.
Hendri menjelaskan bahwa pria tersebut langsung diajak berbicara untuk dimintai keterangan mengenai asal pakaian itu.
“Dia bilang beberapa hari lalu dia dapat dibagikan orang. Terus dia tanya, lalu bagaimana bapak? Saya bilang coba kau ganti, jangan pakai baju yang begini, pakai yang biasa-biasa saja,” ujar Hendri.
“Makanya tadi anggota kasih dia baju. Terus bajunya itu ditinggalin. Dia sudah dipulangkan,” imbuhnya.
Selain Amin, seorang pria lain yang membawa bendera bintang kejora sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi luka-luka di kawasan Kebun Sirih. Pria berinisial OGD itu kini masih menjalani perawatan di RSUD Mimika.
“Dia dalam kondisi luka-luka. Masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit,” kata Hendri.
Terkait dugaan korban mabuk atau kemungkinan dianiaya warga, polisi belum dapat memastikan. “Mungkin sebentar nanti setelah dirawat nanti akan dicek,” ujarnya.
Tak Ada Aksi Konvoi atau Pengibaran Bendera
Meski sempat ditemukan dua pria beratribut bintang kejora, Hendri menegaskan belum ada indikasi aksi yang mengarah pada konvoi atau kegiatan serupa dalam momen 1 Desember.
“Tidak ada. Cuma didapat dengan temannya saja yang pakai baju tadi. Itu berdua. Itu kita amankan di Jalan Baru,” ucapnya.
Polisi juga memastikan bahwa pria yang mengenakan baju bercorak bintang kejora bukan rekan dari pria yang sebelumnya ditemukan tergeletak di Kebun Sirih. “Beda itu,” tegas Hendri.
Patroli Diperkuat Hingga Malam
Total 700 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan dalam dua sif patroli, mulai 30 November malam hingga dini hari, dilanjutkan lagi pada 1 Desember pagi hingga malam.
Aparat juga menemukan sejumlah barang mencurigakan, seperti panah busur di wilayah Kwamki Narama. Sejumlah titik masyarakat pun dipantau, termasuk acara bakar batu yang berlangsung di SP 13.
“Itu di SP 13. Kami masih memantau, melihat apakah ada hal-hal di luar itu,” kata Hendri. Ia menduga kegiatan tersebut berkaitan dengan momen 1 Desember.
Meski beberapa sekolah diliburkan hari ini, Hendri menegaskan tidak ada imbauan khusus dari aparat terkait libur tersebut. “Tidak ada. Itu sudah dari dulu ya selalu libur. Tapi tidak semua ya,” ujarnya.
Situasi Masih Kondusif
Hingga sore, situasi di Mimika dinyatakan kondusif. Namun patroli akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan.
“Mudah-mudahan aman-aman terus. Kalau misalnya ada update terbaru, sudah lanjut lagi patroli,” kata Hendri.
Tim gabungan masih bersiaga hingga pukul 20.00 WIT, dengan opsi memperpanjang pengamanan apabila ditemukan perkembangan baru di lapangan.










